Ngeri! Saat 3 Raksasa Teknologi Dunia Merespon Invasi Rusia

15
perang rusia ukraina

Sudah hampir 3 bulan semenjak Rusia melakukan invasi ke Ukraina, yaitu tepatnya tanggal 24 Februari 2022. Total hampir 5 juta penduduk Ukraina mengungsi akibat invasi Rusia tersebut, belum lagi korban materi dan korban jiwa yang setiap hari terus bertambah. Salah satu sektor yang terdampak adalah teknologi. Walaupun terlihat tidak berhubungan, tetapi ternyata cukup banyak perusahaan teknologi yang angkat suara memberikan respon atas invasi Rusia tersebut.

Baca Juga: Seberapa Dekat Kita dengan Teknologi 5G?

Apa saja hal yang dilakukan oleh perusahaan teknologi terhadap invasi Rusia dan apa efeknya? Berikut ini langkah yang dilakukan 3 raksasa teknologi dunia merespon invasi Rusia.

Apple stop penjualan produk di Rusia

Dilansir dari sky.com, Apple secara resmi menghentikan penjualan semua produk Apple di Rusia. Tidak hanya itu, Apple juga melakukan pembatasan penggunaan Apple Pay dan beberapa layanan Apple di Rusia. Kemudian di Ukraina, Apple menghentikan update traffic melalui aplikasi Apple Maps miliknya. Ini bertujuan untuk melindungi lokasi komunitas di Rusia. Belum jelas sampai kapan Apple akan menghentikan penjualan produk mereka ini di Rusia.

Google angkat bicara

Awal bulan Maret kemarin, Google angkat bicara mengenai invasi Rusia. Melalui aplikasi tersuksesnya, yaitu YouTube, Google tidak mengizinkan warga Eropa untuk melihat channel milik Rusia yang berafiliasi dengan RT dan Sputnik. RT adalah salah satu jaringan televisi terbesar di Rusia, sedangkan Sputnik adalah news agency salah satu yang terbesar di Rusia.

Google juga menjelaskan bahwa semenjak invasi Rusia, ada ribuan akun Google yang dicoba untuk diretas oleh Rusia. Oleh karena itu, Google meningkatkan keamanan setiap Google Account. Selain itu ada 100 website Ukraina yang mengalami serangan DDoS. Dan itu terjadi sampai sekarang.

Meta

Perusahaan terakhir yang akan kita bahas adalah Meta. Dengan pengguna media sosial terbesar di dunia, Facebook dan Instagram tentu menjadi tempat nomor satu propaganda terhadap invasi Rusia. Oleh karena itu Meta sangat gencar mengabarkan bahwa setiap hari ada ratusan ribu post yang di-take down karena berisi hasutan terkait invasi Rusia.

Sama seperti Google, Meta juga menghadapi serangan hacker setiap harinya. Beberapa akun pemerintahan dan artis-artis dari Ukraina dilaporkan mengalami serangan hacker. Meta juga membuat tambahan keamanan baru pemilik akun di Ukraina untuk mengatasi serangan hacker tersebut.

Beberapa perusahaan besar lain seperti Netflix, Microsoft, dan TikTok pun ramai-ramai melakukan banned di Rusia. Bahkan yang menarik adalah Telegram – perusahaan yang didirikan oleh orang Rusia – sampai mengeluarkan statement bahwa tidak ada kantor ataupun server yang ada di Rusia.

Sekedar menutup penjualan atau layanan di Rusia dengan jumlah penduduk 10 besar di dunia, tentu itu akan berdampak sangat luas. Serem bukan?

Untuk menambah wawasan terkait pelibatan perusahaan teknologi raksasa dunia dan bagaimana kita menyikapinya, tidak ada salahnya sampeyan menyimak paparan dari Dr. Indrawan Nugroho di video berikut. Semoga tercerahkan.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini