Berkenalan dengan Udemy

Di tahun 2019 kemarin, dunia pendidikan geger setelah pemerintah memutuskan untuk menggunakan sistem zonasi untuk seleksi masuk SMP dan SMA negeri. Sebelumnya, sistem penerimaan siswa baru menggunakan tes atau menggunakan nilai ujian nasional. Banyak pro dan kontra, salah satunya adalah les atau bimbingan belajar peminatnya sangat jauh berkurang. Berbanding terbalik, sekarang bimbingan belajar online justru mulai diminati.

Baca Juga: Bagaimana Goodreads Membantu Mewujudkan Resolusi Membaca Kamu

Dari situ muncul primadona baru dalam online learning, bukan fokus kepada mata pelajaran tertentu, tetapi online learning ini mengajak seluruh penggunanya bebas untuk belajar apa saja. Online learning kali ini yang bakal saya bahas adalah Udemy. Kenapa Udemy?

Punya 150 ribu jenis kursus

Pernah dengar atau mungkin merasakan kuliah secara online? Udemy bisa dibilang adalah kuliah online yang tidak terikat. Platform Udemy per awal tahun 2020 mempunyai 150 ribu jenis kursus, sampeyan bisa belajar pengembangan diri, pemrograman, investasi, sampai belajar filsafat ada di sini. Tujuan utama dari dibuatnya Udemy adalah bagaimana semua orang di seluruh dunia ini bisa belajar sesuatu yang baru tanpa dihalangi oleh jarak dan juga waktu.

Saran saya untuk sampeyan yang ingin memulai mengambil kursus yang ada di Udemy, sampeyan bisa mencoba kursus yang gratis dulu. Coba lihat bagaimana rasanya belajar digital, mengatur waktu dengan pekerjaan atau kuliah, dan efeknya ke dalam kehidupan sampeyan.

Bagaimana cara kerja Udemy?

Ketika sampeyan sudah mulai mendaftar, sampeyan akan dihadapkan dengan 13 topik besar. Mulai dari pengembangan diri, bisnis, pemrograman, produktivitas kantor, desain, pemasaran, lifestyle, fotografi, kesehatan, musik, dan akademis. Dari ke-13 topik tersebut, akan dijabarkan hingga total ada 150 ribu jenis kursus yang bisa sampeyan pilih.

Misalnya sampeyan memilih kursus “Become a Better Trader”, kursus 2 jam dengan rating cukup tinggi yaitu 4,6 dari 153 review, dan yang terpenting gratis. Setelah sampeyan memilih jenis kursus, sampeyan akan melihat total jumlah video, beberapa tools atau materi yang bisa di-download, dan sertifikat. Di setiap video pembelajaran, sampeyan terkadang disuruh untuk men-download atau mengerjakan kuis agar sampeyan benar-benar paham.

Jika sampeyan memilih jenis kursus yang berbayar, sampeyan bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan diskusi dengan penggunanya lainnya. Mirip dengan kuliah online bukan?

Jenis kursus rekomendasi dari Udemy 

Setelah browsing dan melihat rekomendasi kursus yang ada di Udemy, saya bisa simpulkan ada beberapa jenis kursus yang memang sangat keren dan bakal membuat sampeyan pinter lebih cepat. Apa saja?

  • Speed reading

Kursus pertama yang saya rekomendasikan adalah speed reading alias membaca cepat. Bisa jadi, ini adalah pondasi kuat bagaimana sampeyan bisa belajar sesuatu yang baru. Speed reading bukan hanya mengajarkan sampeyan membaca buku atau artikel dengan waktu yang singkat, tetapi akan membantu bagaimana mengambil intisari atau kesimpulan dengan sangat efektif dan efisien.

  • Digital marketing

Ada puluhan ribu kursus mengenai digital marketing, dan tenang sampeyan bisa memilih kursus dengan review paling tinggi. Sekadar informasi ini adalah kursus paling diminati dan ada banyak sekali ahli yang ikut menyumbang kursus ini. Sampeyan bisa memilih kursus digital marketing untuk pemula atau advance.

  • Pemrograman

Salah satu andalan lagi dari Udemy adalah kursus pemrograman. Di sini sampeyan bisa belajar logika coding sederhana sampai bagaimana caranya membuat game dari 0. Jika sampeyan ragu, bisa coba kursus pemrograman secara gratis.Selain ketiga topik di atas, sampeyan bisa explore sendiri apa saja kursus yang sampeyan minati. Kecewa dengan kursus yang dipilih? Udemy ada sistem refund untuk menarik semua dana ketika terlanjur memilih kursus. Tertarik? (D/F)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini