WhatsApp Dark Mode

Apakah sampeyan sadar bahwa dark mode ini sebenarnya sudah ada sejak zaman komputer pertama kali muncul? Yup bagi sampeyan yang sudah pernah mencoba komputer berbasis DOS atau jika sampeyan beruntung pernah menggunakan Macintosh generasi lama, semua layar komputer zaman tersebut berwarna hitam dengan tulisan hijau atau putih.

Baca Juga: Cara Mengaktifkan Fitur Finger Print Lock di WA

Jika sampeyan lahir tahun 1995 ke atas atau bahkan tahun 2000an, tentu semua layar saat sampeyan kecil sudah berubah menjadi putih. Kemudian sampeyan bakal merasa bahwa layar hitam sangatlah kuno atau bahkan not cool at all. Padahal sebaliknya, sekarang semua developer dan juga perusahaan teknologi mulai berlomba-lomba membuat tampilan aplikasi atau website menjadi hitam. Terakhir di awal bulan Maret 2020 ini, WhatsApp mengeluarkan versi Dark mode. Apa sih manfaat fitur ini?

Membuat baterai smartphone sampeyan awet

Ada banyak sekali teori yang masuk bahwa dark mode yang ada pada layar komputer ataupun smartphone ini tidak berpengaruh banyak pada daya tahan baterai. Padahal ternyata secara ilmiah daya tahan baterai sampeyan bakal lebih awet jika sering-sering menggunakan fitur dark mode. Beberapa YouTuber besar seperti PhoneBuff atau sampeyan tinggal search “comparing battery dark mode”, akan keluar beberapa contoh bukti nyata.

Tetapi, jika smartphone sampeyan sudah mempunyai layar OLED, jangan harap mendapatkan manfaat ini. Layar OLED sudah dilengkapi fitur teknologi tinggi yang memanfaatkan listrik untuk memancarkan cahaya. Jadi walaupun menggunakan dark mode atau light mode, penggunaan baterai akan sama. Beberapa smartphone terbaru seperti iPhone 11 atau Samsung S20 sudah menggunakan teknologi OLED maupun AMOLED.

Membuat mata tidak cepat lelah

Secara tidak sadar, mata bakal cepat lelah ketika sampeyan menatap layar komputer, laptop, atau smartphone dalam jangka waktu yang lama. Nah, menurut artikel dari WIRED, ada penjelasan bahwa dark mode ini akan memberikan waktu istirahat mata sampeyan menjadi lebih lama, dikarenakan sampeyan tidak perlu menyesuaikan diri dengan layar putih yang sangat terang.

Pada intinya, ketika sampeyan merasa mata sudah lelah, coba istirahatkan dan manfaatkan fitur dark mode pada beberapa aplikasi. Jika sampeyan tidak nyaman dengan dark mode secara penuh, gunakan di 1-2 aplikasi saja.

Hype 

Entah kenapa, hype adalah sesuatu yang sangat renyah untuk diikuti. Munculnya Instagram dark mode di akhir tahun 2019 kemarin dan sekarang WhatsApp dark mode membuat sebuah tren atau hype baru. Anak muda menggunakan dark mode. Apakah ini adalah hal yang buruk? Jelas tidak, sampeyan sudah mengetahui manfaatnya di atas dan barang tentu mengikuti tren juga tidak ada salahnya. Apalagi kalau sampeyan seorang influencer, menambah engagement toh?

Aplikasi besar seperti WhatsApp dan Instagram sudah mulai merambah ke dark mode yang ternyata sangat bermanfaat. Tetapi balik lagi semua tergantung kenyamanan, jika memang sampeyan nyaman menggunakan warna layar yang terang, lanjutkan. Jika memang sudah ada masalah pada mata atau baterai, coba biasakan menggunakan dark mode ya! (D/F)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini