Masih ingat postingan sebelumnya bahwa saya lebih suka bepergian jarak jauh menggunakan kereta api dari pada moda tranportasi lain selama masih bisa ditempuh dengan kereta api? Belakangan, tidak hanya untuk bepergian jauh saja. Saya mulai nyaman menggunakan kereta api untuk bepergian ke kota-kota di Jawa Timur. Bahkan untuk pulang kampung ke Mojokerto, meski beberapa orang bilang kan sudah ada tol Surabaya – Mojokerto yang dapat memangkas waktu tempuh, ternyata saya lebih senang menggunakan transportasi umum, kereta api.

Jika sampeyan tanya apasih alasan saya kok lebih senang menggunakan kereta api? Cari jawabannya dipostingan kenapa saya lebih memilih naik kereta ini.

Jujur, meski saya senang menggunakan kereta api untuk bepergian ke kota-kota di Jawa Timur sebenarnya ada beberapa hal yang membuat saya kurang nyaman menggunakan KA di JATIM. Apa saja? Berikut hal-hal yang kurang buat saya kurang nyaman tersebut.

Tidak seperti di Jabodetabek, moda transportasi kereta api di Jawa Timur tidak seberagam di sana. Di Jabodetabek kita bisa memilih kereta api seperti kereta komuter, MRT, LRT, dan kereta diesel yang ada. Sementara di Jawa Timur tidak demikian. Hanya tersedia kereta komuter dan kereta diesel biasa. Itu pun termasuk kereta api jarak jauh.

Baca Juga: Mendambakan Kereta Commuter Surabaya – Mojokerto PP

Terbatasnya pilihan dan jumlah yang tidak seberapa banyak membuat jadwal keberangkatan tidak bisa sewaktu-waktu layaknya waktu perjalanan komuter Jakarta – Bogor yang hampir setiap 15 menit sekali ada kereta berangkat. Salah satu contohnya, untuk perjalanan kereta lokal kelas ekonomi dari kota Surabaya ke Mojokerto dalam sehari hanya ada enam jadwal keberangkatan yang mana waktu keberangkatan terpaut cukup lama, kurang lebih 3 jaman. Alternatifnya menggunakan kereta api jarak jauh yang kelas ekonomi atau bahkan yang kelas bisnis dan eksekutif.

Selain jadwal yang tidak banyak, harga tiket juga terbilang tidak murah karena menggunakan sistem tarif flat, jauh dekat sama. Sebagai contoh, tarif tiket KA Rapih Dhoho dan KRD Suroboyo – Mojokerto atau sebaliknya adalah Rp 10.000,-. Harga tiket ini sama ketika sampeyan hendak melakukan perjalanan dengan kereta yang sama ke kota Kertosono, kediri dan bahkan ke Kota Blitar di mana merupakan kota tujuan akhir dari perjalanan KA Rapih Dhoho. Belum lagi jika kita buru-buru dan harus menggunakan KA ekonomi jarak jauh atau KA Kelas Bisnis maupun eksekutif. Sudah barang tentu kita harus merogoh kocek lebih dalam lagi karena pasti kena tarif minimal.

Selain jadwal yang tidak banyak, harga tiket juga terbilang tidak murah karena menggunakan sistem tarif flat, jauh dekat sama. Sebagai contoh, tarif tiket KA Rapih Dhoho dan KRD Suroboyo – Mojokerto atau sebaliknya adalah Rp 10.000,-. Harga tiket ini sama ketika sampeyan hendak melakukan perjalanan dengan kereta yang sama ke kota Kertosono, kediri dan bahkan ke Kota Blitar di mana merupakan kota tujuan akhir dari perjalanan KA Rapih Dhoho. Belum lagi jika kita buru-buru dan harus menggunakan KA ekonomi jarak jauh atau KA Kelas Bisnis maupun eksekutif. Sudah barang tentu kita harus merogoh kocek lebih dalam lagi karena pasti kena tarif minimal.

Jika sebelumnya untuk pembelian tiket KA ekonomi lokal Jawa Timur ini harus go show alias hanya dapat dilakukan di loket penjualan tiket yang ada di stasiun, sekarang kita dapat dengan mudah melakukan reservasi dan beli tiket kereta ekonomi lokal secara online. Saya kurang tahu kapan tepatnya pembeian tiket KA ekonomi lokal ini tersedia secara online. Yang jelas, hari Sabtu (14/9) kemarin saya sudah mencoba sendiri untuk membeli tiket KA Rapih Dhoho dari Surabaya ke kota Kediri PP. Benar-benar mudah dan gak perlu repot harus datang ke stasiun. Dan menurutku hal ini sedikit menjadi nilai tambah menutup dua kekurangan yang saya sampaikan di atas.

Tampaknya pembelian tiket KA Ekonomi lokal ini tidak hanya untuk KA lokal JATIM saja tetapi berlaku juga untuk daerah lain. Mungkin sampeyan bisa cek website pemesanan tiket kereta api sekarang.

Mungkin itu dulu sedikit catatan saya terkait moda transportasi Kereta Api Lokal yang ada di Jawa Timur. Overall terlepas dari dua kekurangan yang saya sebutkan di postingan ini, kereta api masih menjadi moda transportasi umum yang lebih saya sarankan untuk berkunjung ke kota-kota di Jawa Timur.

Bagaimana menurut sampeyan? Punya pandangan berbeda terkait kereta api lokal di JATIM? Bagikan di kolom komentar ya!

credit foto: Instagram @dannyariefw

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini