mining vs trading

Menepati janji saya akhir tahun kemarin yang ingin membagikan berbagai hal seputar dunia Bitcoin atau Cryptocurrency di blog ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Dan setelah postingan pertama tentang Bitcoin yang terbit 8 bulan lalu (lama ya?), di postingan kali ini saya ingin berbagi sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman yang ingin mulai terjun ke dunia Bitcoin atau Cryptocurrency, yakni lebih baik mana trading (jual/beli) atau mining (menambang) koin kripto?

Seperti yang telah saya sampaikan di postingan “Secuil Cerita Tentang Bitcoin sebelumnya, bahwa ada beberapa aktifitas yang dilakukan ketika sampeyan memutuskan terjun ke dunia Bitcoin atau Cryptocurrency, yakni salah duanya yang umum dilakukan adalah Trading alias Jual/Beli dan Mining atau Menambang koin kripto.

Seperti halnya teman saya, banyak yang kadang masih bingung dengan dua aktivitas ini dan bahkan bingung menentukan baiknya Mining atau Trading untuk mendapatkan tambahan pemasukan dengan beraktivitas di dunia kripto koin ini. Sebelum lebih lanjut menjawab lebih baik Trading atau Mining Bitcoin atau Cryptocurrency ini ada baiknya mari pahami dulu hal mendasar tentang apa itu Mining dan seperti apa Trading atau Jual/Beli Cryptocurrency ini.

Mining atau Menambang

Bitcoin atau Cryptocurrency merupakan uang digital atau aset digital yang berjalan di atas jaringan peer-to-peer dengan kontrol tak terpusat (decentralized) menggunakan buku besar terdistribusi bernama Blockchain. Sistem ini memungkinkan siapa saja ikut terlibat dalam sistem peredaran dan distribusi uang digital atau aset digital kekinian ini. Aktifitas yang dilakukan pengguna yang ikut tergabung dalam sistem ini adalah membantu sistem untuk melakukan vaidasi. Inilah yang kemudian kita kenal dengan istilah Mining. Untuk mendukung aktivitas tersebut kita harus menyediakan komputer khusus yang bekerja 24 jam non stop dan terhubung ke jaringan koin tertentu.

Untuk usaha kita menyediakan infrastruktur guna mendukung sistem ini, kita mendapatkan bayaran. Besaran bayaran ini ditentukan oleh cukup banyak parameter dan perhitungan serta skema yang njelimet – insyaAllah saya akan mengulas lebih detail bagaimana itungan untuk menentukan berapa koin yang kita dapat di postingan lain. Salah satu contohnya dipengaruhi dari spek komputer yang kita sediakan.

Ya, spesifikasi komputer sangat mempengaruhi berapa jumlah koin krito yang kita peroleh karena sietem membutuhkan sumber daya dari komputer yang kita sediakan guna membuka enkripsi (kode pengaman) transaksi yang akan divalidasi. Algoritma enkripsi yang dipakai setiap koin kripto yang ada juga beragam, ada yang pakai algoritma SHA256, Scrypt, X11, dsb.

Nah, dengan adanya algoritma untuk pengamanan transaksi itulah yang kemudian juga menentukan kesulitan melakukan validasi atau mining ini selain ketersediaan koin untuk ditambang dan jumlah miners/penambang yang tergabung ingin menambang koin tersebut.

Trading atau Jual/Beli Cryptocurrency

Seperti namanya, Trading atau Jual/Beli Cryptocurrency merupakan aktifitas jual beli koin kripto baik itu jual/beli antar koin kripto atau koin kripto dengan mata uang lokal seperti Rupiah. Aktifitas ini dilakukan di market place khusus yang memungkinkan setiap orang untuk melakukan transaksi jual beli mata uang kripto. Beberapa “market place” populer untuk melakukan jual/beli Cryptocurrency diantaranya ada Bittrex, Binance, Cryptopia dan market koin kripto dari Indonesia yang populer di kalangan trader koin kripto dalam negeri dan yang saya pun gunakan yakni Indodax.

Dalam aktifitas jual/beli koin kripto ini kita tidak perlu ribet menyediakan perangkat komputer dengan spesifikasi sultan untuk bisa mendapatkan Bitcoin atau koin kripto lainnya. Aktifitas bisa dilakukan hanya dengan bantuan PC atau laptop dengan spesifikasi kantoran dan bahkan bisa dilakukan dari perangkat smartphone. Di aktifitas jual/beli ini kita cukup menyisihkan sebagaian uang untuk modal yang akan digunakan untuk membeli koin kripto yang tersedia di market place.

Nah dari penjelasan dua aktifitas di dunia koin kripto di atas tentunya ada kelebihan dan kekurangannya. Memahami plus dan minus dua aktifitas tersebut penting dan hukumnya wajib agar kita bisa tepat memutuskan aktifitas mana yang akan kita lakukan ketika terjun ke dunia Cryptocurrency. Berikut ini kelebihan serta kekurangan dari Trading atau Mining tersebut berdasarkan pengamatan saya.

Kelebihan Trading

  • Tidak memerlukan modal besar untuk memulai.
  • Instant Profit.
  • BEP atau Balik Modal bisa lebih cepat.
  • Tidak ada biaya-biaya tambahan yang cukup besar (kecuali fee trf/pencairan saja).
  • Tidak perlu kemampuan teknis penguasaan hardware/software komputer.

Kekurangan Trading

  • Butuh waktu khusus untuk fokus mengamati market.
  • Resiko rugi cukup besar karena fluktuasi harga koin kripto.
  • Butuh kemampuan analisis fundamental dan teknikal untuk membaca pergerakan harga koin di pasar.

Kelebihan Mining

  • Jadi pendapatan pasif tetap.
  • Tidak memerlukan waktu khusus, alias bisa ditinggal-tinggal.
  • Minim resiko kerugian yang besar.
  • Aset tidak hanya dalam bentuk koin kripto, tetapi juga dalam bentuk perangkat keras komputer.

Kekurangan Mining

  • Butuh modal cukup besar untuk memulai.
  • BEP atau balik modal lebih lama.
  • Butuh kemampuan teknis pengoperasian komputer.
  • Butuh waktu khusus untuk maintenance perangkat.

Jadi, Trading atau Mining?

Keputusan lebih baik trading atau mining sebenarnya tergantung dari kita masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan kemampuan kita. Tepatnya modal awal yang kita punya.

Sedikit masukan berdasarkan pengalaman pribadi. Jika ingin terjun ke dunia bitcoin dengan modal pas-pasan, saya sangat sarankan untuk trading atau jual/beli koin kripto. Kenapa? Seperti yang saya sampaikan di atas, untuk aktifitas jual beli koin kripto bisa dilakukan dengan modal yang tidak terlalu besar. Bisa dilakukan dengan modal Rp 100.000,- saja. Berbeda dengan menjadi miner, butuh modal cukup besar untuk memulai, minimal 10 juta untuk membuat sebuah rig mining. Itu pun dengan spesifikasi hardware dengan hash yang tak terlalu besar.

Sebenarnya, lebih baik jika menjalankan dua aktifitas ini sekaligus, membagi modal (prosentase terserah kita) untuk mining dan trading. Melakukan jual beli langsung dari mata uang lokal dan memutar hasil mining di pasar koin kripto untuk mendapatkan keuntungan lebih sesuai pergerakan harga koin.

Kesimpulannya, jika ingin terjun ke dunia bitcoin atau koin kripto, kita harus mengukur seberapa besar modal yang ingin kita gunakan. Jika modal yang kita punya pas-pasan, sangat disarankan mulai trading dulu sambil pelan-pelan mengumpulkan modal hasil trading untuk mining atau diputar lagi.

Apabila sampeyan punya modal cukup besar, bisa ikut saran saya untuk menggunakannya di dua aktifitas ini, mining maupun trading. Tapi, jika sampeyan ingin mendapatkan keuntungan yang besar, lupakan mining. Gunakan semua modal sampeyan untuk aktifitas jual beli alias trading saja. Namun, perlu diingat, aktifitas jual beli koin kripto ini tidak sekedar beli dan jual berdasarkan feeling kemudian dapat untung besar, tetapi harus paham pergerakan harga di pasar koin kripto (analisis teknikal) dan perkembangan dan berita-berita seputar koin kripto (analisis fundamental) agar mengurangi resiko kerugian.

Intinya, baik aktifitas mining atau trading koin kripto ini hampir sama dengan usaha yang lain. Bergantung modal kita seberapa dan harus disesuaikan. Tidak bisa main asal nyemplung saja. Terus unen-unen High Risk, High Return dan Kalau mau untung besar, ya modalnya kudu besar juga pun berlaku di dunia cryptocurrency, meski kepiawaian, keuletan kita juga punya peranan besar untuk menentukan sukses atau tidaknya aktifitas di dunia kripto koin ini.

Dan yang utama dan paling penting ketika ingin memutuskan untuk terjun ke dunia cryptocurrency adalah, posisikan aktifitas ini sebagai aktifitas sampingan terlebih dahulu. Kedepan mau jadi pekerjaan utama, biar waktu yang menjawabnya. Dan GUNAKAN MODAL DARI UANG “DINGIN” alias dana atau uang yang tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan utama. Kenapa? Sabar ya! akan saya posting tersendiri nanti! 😛

Jadi, sampeyan mau mulai terjun atau sudah terjun ke dunia bitcoin dan cryptocurrency? Pilih mining atau trading? Bagi pengalaman sampeyan dengan saya di bagaian komentar ya!

**sumber gambar: blog.qwikwire.com

1 KOMENTAR

  1. Wah, entah sudah berapa tahun loteng rumahku nggak pernah dicek. Sekali dua kali aja naik kesana kalo pas ada kasus bocor. Sekedar buat nembel retakan di genteng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here