Pagi ini saat memulai aktifitas di dunia daring saya dibuat terkejut dengan status yang dibagikan salah satu teman saya di Facebook. Sebuah status dengan foto seseorang yang saya tidak asing dengan orang tersebut. Bukan, bukan konten fotonya yang membuat saya terkejut, tetapi caption yang menyertai foto yang dibagikan itu yang membuat terkejut. Eh sebenarnya bukan terkejut juga sih, lebih tepatnya terkejut pengen ngakak gulung koming (ngakak gulung-gulung .red).

Caption status yang buat perut mules nahan kentut eh nahan tawa tersebut bunyinya seperti ini “Temans nih wajah hacker yg merusak server KPUD ,, viralkan biar cpt ketangkap … 😡😡”. Pembuat status adalah user facebook dengan nama Ray Knight dan status yang ia buat ini diviralkan alias sudah dibagikan 2200 kali lebih, berdasarkan data dari FB Page Indonesian Hoaxes. Nah siapakah hacker peretas yang Ray Knight maksud dalam statusnya tersebut? Dia adalah orang yang fotonya terpampang menyertai status itu dan saya tidak asing dengan foto yang dicomot dari laman Wikipedia tersebut. Beliau yang ada di foto tersebut adalah Om Jim Geovedi, pakar kemaanan teknologi ternama Indonesia.

Sik.. Sik.. Apa benar Om Jim (sapaan akrab beliau) meretas server KPUD? Hmmm.. Kalau sampeyan tipikal netizen minim pemahaman akan pentingnya literasi digital, sampeyan pasti percaya saja atau bahkan ikut menyebarkan dan mengamini status tersebut. Lah data dari foto yang dibagikan pembuat status tersebut jelas, orang yang di foto tersebut kan pakar keamanan digital, jadi gampang saja meretas server KPUD. Ini kalau sampeyan minim literasi siapa sebenarnya Om Jim ini.

Om Jim Geovedi ini seorang pakar keamanan teknologi informasi ternama asal Indonesia yang fokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan dengan kekhususan sistem telekomunikasi maupun satelit. Beliau ini pernah meretas dua satelit Indonesia dan Cina milik para kliennya. Yoi, Om Jim ini bukan hacker abal-abal yang bekerja dari dalam kamar gelap, tetapi seorang elit hacker pendiri perusahaan konsultan keamanan TI yang mana kliennya tidak hanya berasal dari Indonesia saja tetapi dari Negara-negara di kawasan ASIA PASIFIK atau bisa dibilang dari berbagai Negara di seluruh belahan dunia.

Memang sih, dengan kepiawaian beliau di dunia keamanan teknologi informasi yang mampu mengendalikan jaringan Internet di seluruh Indonesia, mengalihkan lalu lintas datanya dan mengamati lalu lintas data yang keluar masuk tersebut, skema peretasan server KPUD Jawa Barat seperti yang diungkapkan lewat status pemilik akun FB Hanny Kristianto itu (lihat foto di bawah) bukan perkara sulit untuk hacker sekelas Om Jim.

Mari berfikir logis sedikit! Apa iya seseorang yang sudah mengantongi title PAKAR KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI, pernah meretas 2 satelit, dapat mengendalikan jaringan internet sebuah negara, punya perusahaan konsultan TI bertaraf internasional masih punya waktu selow untuk berfikir meretas server KPUD guna memenangkan pasanga Cagub dan Cawagub tertentu dalam perhelatan Pilkada Serentak 2018. Terus saya yakin jikalau iya beliau mau melakukannya, ongkos meretas server KPUD tak ada apa-apanya dibandingkan dengan ongkos yang diterima beliau melalui perusahaanya untuk melakukan hal-hal yang tidak sesepele itu. Belum lagi ongkos yang ecek-ecek itu harus menunggu urusan invoice yang tak kunjung cair. Wes ta, ndak mungkin bianget. Hacker elit kok turun derajat mengerjakan kerjaan hacker anyaran.

Kebangetan pakai banget si Ray Knight yang mencatut foto Om Jim untuk menggalang dukungan barisan sakit hati paslon Gubenur dan Wagub yang gagal di Pilkada Jawa Barat 2018. Mbok ya makai akal sehat sedikit sebelum main comot foto seseorang untuk menyebarkan kebencian. Untung orang dalam foto yang dipakai untuk menerbarkan kebencian ini punya stok fikiran logis banyak dan tidak sumbu pendek. Kalau sebaliknya, bisa habis 7 turunan deh “diisengin” atau dilaporkan ke pihak berwajib dengan laporan tindakan fitnah dan ujaran kebencian. Mau kabur sampai ke Mekah pun, bukan masalah sulit untuk menemukan pembuat status fitnah tersebut. Sangat mudah bagi orang sekelas Om Jim untuk mencari pembuat status, semudah jari menekan tombol enter di Keyboard.

Baca Juga : Sikap Berpolitik Seorang Frenavit Putra itu…

Apa yang terjadi ini bukanlah isu yang baru disetiap penyelenggaraan acara pesta demokrasi atau pemilihan umum. Tahun 2014 silam juga muncul isu yang sama, web KPU diretas oleh bla.. bla.. bla… Isu receh yang minim analisis dan kemampuan teknikal yang cenderung ngawur dalam mengarang cerita peretasan. Tengok saja status Hanny Kristianto di atas, blepotan dalam mengarang cerita peretasan. Saran, kalau mau membuat isu semacam ini lagi untuk Pemilu 2019 mending mulai sekarang belajar yang giat teknik peretasan dan tetek bengeknya sampai katam dari berbagai literasi terkait hal tersebut. Jangan hanya dari dongeng-dongeng yang tidak jelas juntrungannya. Kalau masih tidak mau, ya jangan berharap berhasil isunya. Yang ada malah dikentutin eh diketawain sama Netizen.

Buat Om Jim Geovedi, selamat atas hadiah ulang tahun yang bikin ngekek ini!

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here