Beberapa hari terakhir saya melihat dan mengamati di linikala media sosial ada riuh menyoal paketan Internet dari salah satu provider nomor wahid di Indonesia. Riuh, benar-benar riuh bahkan boleh dibilang hampir bisa jadi topik bahasan Nasional bak kasus Teror Bom Sarinah awal tahun 2016 ini – ini lebay .red -. Memang masalah apa sih? Masalah penerapan Skema FUP oleh Telkom untuk pelanggan internet IndiHome.

Apa itu FUP? FUP adalah kependekan dari Fair Usage Policy atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti Kebijakan Penggunaan Wajar yang mana sederhananya FUP adalah “batas pemakaian wajar” dengan jangka waktu pemakaian tertentu. Nah, di era serba Internet belakangan ini, kata FUP kerap dihubungkan dengan paket Internet yang disediakan penyedia layanan Internet (Internet Provider). Yup, memang. Setiap paket Internet diberlakukan FUP yang berbeda-beda untuk setiap Internet Provider. Tujuaanya untuk memastikan seluruh pelanggan mendapatkan kenyamanan akses internet, ungkap sebagaian provider.

Contoh FUP, Provider A menerapkan FUP 3GB, artinya batas wajar penggunaan paket internet dengan kecepatan utama sampai pemakaian 3GB, lebih dari itu diberlakukan aturan kecepatan berbeda. Biasanya lebih rendah dari kecepatan utama.

Kembali ke topik bahasan awal. Mak bedunduk (tiba-tiba .red) beberapa waktu lalu muncul sebuah gambar yang menunjukkan skema FUP untuk pelanggan IndiHome seperti tampak digambar di bawah paragraf ini. Sontak kemunculan gambar ini memancing respons Negatif dari penghuni linikala alias Netizen.
Fair-Usage-Policy-IndiHome

img: tekno.kompas.com

Bukan tanpa alasan, paket Internet dari Telkom yang dulu sebelum berubah jadi IndiHome bernama Speedy ini dikenal luas memberikan solusi Internet Unlimited alias tanpa batas, tanpa FUP. Euforia semakin menjadi ketika Telkom mengumumkan akan merilis generasi terbaru Speedy yang menawarkan koneksi super cepat dengan jaringan berteknologi Fiber Optic. Wajar jika kemudian respons negatif tersebut muncul lantaran adanya harapan besar ke IndiHome yang menyediakan solusi internet kencang dan tanpa batas. Saya pun merasakannya.

Lalu HARUSKAN KITA KHAWATIR dengan SKEMA FUP IndieHome?

Pertanyaan di atas yang sekaligus jadi judul postingan ini muncul saat saya bolak-balik memperhatikan dan mencermati gambar skema FUP di atas. Bolak-balik saya bertanya pada diri sendiri, “Apa iya ngefek banget penerapan FUP IndieHome ini dengan kenyamanan saya berselancar di Internet?” Pertanyaan kedua “Masa sih batas Fair Usage yang 400GB kurang?”

Daripada pertanyaan-pertanyaan tersebut menggelayuti pikiran saya, saya coba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan membuat sedikit analisa dengan mengedepankan logika dan kondisi sebenarnya.

Pengamatan kondisi sebenarnya saya lakukan dengan mengamati berapa rata-rata penggunaan data dari perangkat yang saya gunakan. Caranya gampang, hampir semua smartphone Android memiliki fitur bawaan untuk mencatat penggunaan data (upload/download) Internet. Untuk penggunaan normal – browsing, chating, dan streaming -, sehari tercatat data yang saya gunakan kurang dari 300MB. Pol mentok 800 – 1GB MB per perangkat mobile per hari dan itu saat-saat tertentu ketika upgrade aplikasi dan lagi senang main game atau keranjingan nonton youtube.

Untuk penggunaan di Laptop atau PC, memang agak besar dibanding penggunaan di perangkat mobile. Tercatat satu hari, rata-rata penggunaan data di laptop sampai angka 900MB – 1GB (penggunaan normal). Kadang sampai 4GB (ini mentok) saat saya butuh download repository atau Film – ketahuan kalau bajak deh. :))

Jika di total, dengan pemakaian rata-rata perhari 8GB – total dengan penggunaan data di perangkat seluruh pengguni rumah ada Ibu, Adik, dan Istri + Saya – sebulan tinggal dikalikan 30 saja. Totalnya saya menghabiskan kuota Internet sebesar 240GB. Dan karena saya pakai paket 10 Mbps, skema FUP IndieHome tak berlaku. Saya tetap bisa nyaman Internetan dengan speed UpTo 10 Mbps. Dan kalau misal kuota yang saya pakai lewat 300GB, saya rasa masih nyaman Internetan karena masih ada jatah 100GB dengan speed yang turun jadi 75% dari speen utama alias 7,5 Mbps. Masih kencang saya rasa. Pahit-pahitnya kalau harus speed turun, masih diangka 40% dari speed utama, alias jadi 4 Mbps. Cukup lah bandwidth segitu untuk aktifitas berselancar saja.

KESIMPULAN

Dari apa yang saya amati dan mencermati skema FUP IndiHome, saya dapat menyimpulkan bahwa kita tak perlu merisaukan apalagi meributkan skema FUP IndiHome. IMHO, skema ini tidak berdampak besar ke aktifitas berselancar internet kita. Kenapa? Sebesar-besarnya dan separah-parahnya kita boros menggunakan Quota IndieHome untuk download film bokep setiap hari, kita masih bisa menggunakan internet IndieHome dengan bandwidth atau kecepatan 40% dari kecepatan atau bandwidth utama. Dan ini masih sangat-sangat cukup buat sekadar browsing, bermedsos, chating, dan streaming video.

Selain itu, skema FUP IndiHome ini masih manusiawi dan wajar. Kenapa? karena quota dan bandwidth yang diberikan masih dalam kategori sangat cukup dan wajar. Coba bandingkan dengan skema FUP Provider Selular yang ada di Negeri ini. In My Jancuk Opinion, FUP yang diberlakukan Provider Selular di Indonesia sangat mencekik dan tidak wajar. Bayangkan, bisa klaim koneksi dengan kecepatan UpTo 100 Mbps tapi kasih kuota cuma mentok di angka 3 – 6GB dan saat melebihi kuota tersebut bandwidth-nya turun drastis hingga 10% dari speed awal. Benar tidak?

Jadi, dari sedikit uraian saya ini apakah sampeyan masih khawatir dengan skema FUP yang diterapkan Telkom untuk pengguna Internet IndiHome? Kalau saya sih tidak. Justru saya khawatir jika Telkom seenaknya main blokir situs seperti blokir NetFlix dengan alasan yang menurut saya tidak logis.

***||***

Nah, sejak postingan ini dipublish, Alhamdulillah banyak respons dan testimoni perihal ramai mempersoalkan FUP IndiHome ini. Salah seorang teman, melalui kolom komentar di status Facebook menceritakan pengalamannya yang menggunakan paket IndiHome untuk keperluan kantor. Ia mengatakan skema FUP IndiHome tak terasa walaupun jaringan ini digunakan untuk keperluan kantor yang digunakan untuk kurang lebih 150 pengguna.

Tetsimoni salah seorang teman di FB perihal Skema FUP Indihome
Tetsimoni salah seorang teman di FB perihal Skema FUP Indihome

Testimoni dan respons beragam, bisa sampeyan baca di kolom komentar postingan ini. Hehe..

UPDATE 11/02/2016

Jika sampeyan masih belum percaya kenapa kok saya tidak begitu merisaukan Skema FUP yang diterapkan telkom di IndiHome, berikut ini saya lampirkan penjelasan dalam infografis yang mungkin lebih mudah untuk dipahami mengenai dampak skema FUP IndiHome yang saya ambil dari beritagar.id. Dijelaskan di infografis bahwa jika untuk pemakaian normal konsumsi data tak akan melebihi kuota yang ada di skema FUP IndiHome. Cekidot!

Infografis SIMULASI FUP
Infografis SIMULASI FUP | Bagaimana FUP atau Fair Usage Policy berlaku untuk tiga tipe pengguna.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here