Blogger-Surabaya-Masih-Ada

Kalau sampeyan Blogger, pastinya sampeyan semua pasti tahu jika di bulan Oktober tepatnya tanggal 28 diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Untuk sampeyan yang belum tahu, ya, tanggal 27 Oktober adalah Hari Blogger Nasional. Dideklarasikan pertama kali di perhelatan kopi darat (kopdar) teman-teman Blogger di Jakarta – Pesta Blogger – pada tahun 2007 silam.

Mungkin sebagaian dari sampeyan memiliki pertanyaan yang sama dengan saya, bagaimana kabar dunia blogger (Blogosphere) saat ini? Masih banyakkah Blogger yang mempublish tulisannya secara berkala? Masihkah banyak yang Blog Walking? dan masih aktifkah komunitas Blogger?

Jika dibandingkan dengan saat awal-awal saya mengenal dan mulai nge-Blog, suasana Blogosphere saat ini tak seramai saat itu. Banyak blogger kawakan bahkan seleb blog yang saya kenal pensiun dari dunia Blog dan kalaupun tak pensiun, frekuensi update blognya jauh menurun dibandingkan masa-masa keemasan dunia Blog 6 – 7 tahun lalu. Aktifitas Blog Walking pun sudah tak semenarik dulu, terbukti dengan menurunnya jumlah jejak komentar yang ditinggalkan kawan-kawan Blogger di postingan teman-teman Blogger yang masih konsisten nge-Blog sampai saat ini.

Komunitas Blogger, beberapa Komunitas Blogger yang di masa itu nge-hits, saat ini benar-benar menjadi “LEGENDA.” Yup, karena keriuhan Blogosphere yang terus menerus menurun serta kesibukan masing-masing membuat satu persatu anggota komunitas mulai mundur dari komunitas. Dari beberapa komunitas Blogger yang jadi LEGENDA tersebut adalah Komunitas Blogger Tugu Pahlawan dot Com (TPC), komunitas di mana saya belajar banyak untuk menjadi Blogger yang tak sekedar “Blogger” dan tempat bertemu kawan-kawan Blogger di Kota Pahlawan dan Blogger dari kota-kota besar di Indonesia lainnya.

Blogger Surabaya Masih Ada

Blogger-Surabaya-Masih-Ada
Blogger Surabaya Masih Ada

Ya, di saat keriuahan dunia blog mulai menurun, saya menemukan bahwa masih ada blogger yang memiliki keinginan yang sama untuk kembali memeriahkan dunia perbloggeran lagi. Ya meskipun mungkin hasilnya tak seramai dan seseru suasana Blogosphere jaman dulu, setidaknya dunia blogger kembali riuh dan bangun dari masa hiatusnya.

Yang lebih membuat saya senang, gerakan untuk memeriahkan kembali dunia perbloggeran tersebut terjadi di kota di mana saya tinggal sekarang, kota yang jadi base komunitas blogger yang pernah saya ikuti dulu.

Berawal dari obrolan cangkrukan dengan beberapa teman Netizen di Surabaya, ide Blogger Surabaya Masih Ada yang saya ungkapkan di sela obrolan menyoal hari Blogger Nasional gayung bersambut. Mas Soepolenk yang nota bene adalah sesepuh Komunitas Blogger Detik Surabaya (dblogger Surabaya) tertarik untuk mengumpulkan kembali teman-teman blogger yang ada di Surabaya dalam sebuah acara kopdar. Dan dipilihlah acara Sunday Sharing teman-teman dblogger Surabaya sebagai wadah Kopi Darat kali ini.

Sesuai dengan rencanan yang diusung dari hasil cangkrukan. Acara Sunday Sharing Surabaya yang ke-9 ini mengusung tema “Happy Blogging” dan mengajak semua Blogger yang ada di Surabaya baik itu blogger yang aktif dalam komunitas maupun blogger non komunitas alias blogger independen untuk hadir di acara tersebut.

Dan benar-benar luar biasa sekali antusiasme Blogger Surabaya dengan acara Sunday Sharing kumpul blogger kali ini. Ruang depan kantor Trans Media Surabaya yang berlokasi di Jl. Opak penuh oleh teman-teman blogger. Acara kopi darat ini benar-benar mempertemukan blogger lawas Surabaya dan blogger-blogger kekinian di Surabaya. Ini juga tampak dari nara sumber yang akan berbagi di acara ini, yakni ada Mbak Yuni yang mewakili blogger kekinian dan Mas Andi Bagus a.k.a Cempluk yang merupakan founder Komunitas Blogger TPC. Luar biasa bukan?

Adi-Bagus-TPC
Mas Cempluk Founder TPC Sharing Dunia Blogging

Kedua nara sumber acara Sunday Sharing ini berbagi cerita tentang dunia Blogging berdasarkan prespektif masing-masing. Mas Cempluk berbagai bagaimana Blogger di era keemasan Komunitas Blogger TPC dan Mbak Yuni berbagi seperti apa blogger di era kekinian.

Ada yang menarik dari paparan Mbak Yuni sekaligus ini lah yang ada di dalam otak saya selama ini. Dari paparan mbak Yuni, blogger saat ini alias kekinian kebanyakan ngeblog dengan madzab “KOMUNITAS” teKO MUNI oleh TAS (datang, berbicara, dan dapat tas *goodiebag*). Sebuah akronim yang dipopulerkan Om Fajar @mcxoem – senior Blogger Ngalam – tahun 2012 silam. Bahkan tak hanya bermadzab KOMUNITAS, tapi blogger kekinian boleh dibilang adalah “Blogger Amplopan” – istilah yang saya dapat dari Bung @bennychandra, blogger kawakan Surabaya yang juga turut hadir di acara Sunday Sharing Minggu 25 Oktober yang lalu. Apa itu Blogger Amplopan saya tidak akan bahas dalam postingan ini. Nanti akan saya bahas di kesempatan posting lainnya.

with-warung-blogger
Narsis bersama perwakilan @warung_blogger

Selain teman-teman Blogger yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, acara kopi darat blogger ini juga dihadiri oleh teman-teman perwakilan dari @Warung_Blogger – Tempat silaturahim para blogger lintas platform. Ada sesuatu yang membuat saya terkejut dan bangga, ternyata yang menginisiasi Warung Blogger yang banyak dikenal oleh blogger kekinian ini diinisiasi oleh teman-tema Blogger asal Jember, Jawa Timur. Top lah.

Tumpengan-Sunday-Sharing
Tumpengan Hari Blogger Nasional

Dipenghujung acara kopdaran, yang tak diduga dan dinyana mas Gilank – nama asli Mas @soepolenk – mengajak yang hadir untuk potong tumpeng bersama guna syukuran bersama sambut Hari Blogger Nasional 2015. Duh luar biyasa sekali memang Mas Gilang ini.

***

Dari apa yang saya lihat di acara kopdaran Sunday Sharing akhir pekan kemarin saya optimis bahwa BLOGGER SURABAYA MASIH ADA. Benar, blogger di Surabaya memang benar masih ada, hanya saja saat ini gaung dunia blogger tak seriuh 5 – 7 tahun yang lalu. Banyak di antara blogger memilih menjadi blogger independen, tidak berelasi dengan sebuah komunitas. Alasannya, dengan independen bisa bebas tanpa ada yang ngatur dan alasan ke duanya adalah pamor komunitas blogger yang meredup akhir-akhir ini sehingga kurang terdengar oleh mereka blogger-blogger baru di Surabaya. Ditambah virus sosial media yang membuat candu orang untuk lebih nyaman menulis 140 karakter ketimbang menulis lebih dari 3 paragraf di blog. Ini lah yang membuat Blogosspher tak seramai dulu. Kalaupun ramai hanya di sudut tertentu saja.

Blogger Surabaya Masih Ada, lalu apa selanjutnya? Entahlah apakah dibiarkan mengalir apa adanya seperti sebelumnya ataukah akan ada gebrakan-gebrakan yang membuat riuh dunia perblogeran Surabaya. Jujur, kalau dari saya, saya akan sangat senang jika semakin banyak yang nge-blog dan blog walking dan blogospher kembali riuh seperti dulu. Namun lantaran waktu yang mengkondisikan saya tak seperti 5 – 6 tahun lalu yang aktif berkomunitas, membuat saya memilih untuk menjadi Blogger yang aktif dan konsisten posting dan blog walking saja. Jika diharuskan untuk nyemplung dan berkecimpung di dalam sebuah komunitas, mungkin saya memilih untuk berada di belakang layar saja. Sudah saatnya teman-teman Blogger baru mengisi posisi paling depan. 🙂

Selamat Hari Blogger Nasional…. BLOGGER SURABAYA MASIH ADA!!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here