bjsbahek
bjsbahek
**Ilustrasi dari Google images:Taxi

Postingan kali ini masih ada hubungannya dengan postingan sebelumnya. Seperti yang saya sebutkan di postingan sebelumnya, bahwa kejadian buruk yang menimpa saya beberapa hari yang lalu membuat saya banyak belajar. Dan salah satu pelajaran yang saya dapatkan dari apa yang saya alami saat itu adalah pelajaran menggunakan Taxi di Ibu Kota Negara Indonesia ini.

Taxi memang merupakan transportasi umum yang ideal dan menjadi pilihan serta favorit untuk masyarakat menengah ke atas. Apalagi di kota besar seperti Jakarta. Tetapi seperti yang kita semua tahu dan dengar beberapa waktu yang lalu bahwa tidak jarang ada beberapa kasus merugikan penumpang taxi yang dilakukan oknum supir taxi yang tidak bertanggungjawab. Ada yang supir tidak tahu jalan, mengalami penipuan tarif karena argo yang “tidak sehat”, jalannya dibuat jauh biar tarif tinggi, supir berbohong bilang pakai argo di awal tetapi ujung-ujungnya borongan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Nah, kenapa naik Taxi saja bisa dibilang sebagai pembelajaran? Ya memang kalau dipikir secara sederhana, memang naik Taxi tidak ada pembelajaran di sana. Lah wong naik Taxi tinggal telepon ke Pool Taxi atau melambaikan tangan ketika ada Taxi lewat, kemudian kita tinggal naik, kasih tahu ke supir taxi kita hendak kemana, selesai urusan. Simpel. Namun saya rasa tidak se-simpel itu, ada hal-hal kecil yang sepele yang mungkin jarang diperhatikan namun hal tersebut ketika diperhatikan akan sangat membantu kita dalam hal-hal tertentu. Dan kasus-kasus yang merugikan banyak penumpang yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya juga menuntut saya dan teman-teman semua untuk belajar. Untuk mendapatkan pembelajaran supaya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada kita.

Lalu pembelajaran apa nih yang saya dapat dari masalah kemarin yang berhubungan dengan Naik Taxi? Berikut sedikit catatan saya tentang Tips Naik Taxi di Jakarta.

  1. Jangan sembarangan pilih Taxi. Pilih Taxi yang terpercaya dan bukan taxi abal-abal. Ini penting karena banyak bermunculan Taxi abal-abal bahkan Taxi berlabel terkenal pun juga ada yang abal-abal.
  2. Sebelum masuk, tanyakan pakai argo atau borongan. Ini penting, jangan sampai kita sudah masuk ke dalam Taxi ternyata tarifnya borongan, bukan menggunakan argo.
  3. Selalu ingat dan kalau perlu catat Nama Taxi, Nomor Pintu, Nama Supir Taxi, dan Kontak PO Taxi. Hal ini perlu kita lakukan untuk kita gunakan apabila ada barang yang tertinggal di dalam Taxi atau untuk pengaduan ketika ada perlakuan yang tidak baik dari supir Taxi.
  4. Jika kita tidak tahu jalan, gunakan fitur GPS dan Maps yang ada di Smartphone kita. Penting dilakukan untuk mengetahui apakah rute yang dilalui benar dan kita tidak dibawa melalui rute yang terlalu jauh. Tambahan, berlagak sok mengerti jalan juga boleh agar tidak ditipu. Gunakan Maps sebagai panduan untuk sok tahu 😛
  5. Jika terjadi masalah, misalnya ada barang yang ketinggalan atau perlakuan tidak enak, usahakan jangan menunggu lama untuk melaporkan ke pihak PO. Jangan menunggu besok atau lusa. Seketika itu ketika sudah turun dari Taxi atau ketika teringat ada barang yang ketinggalan di Taxi.

Mungkin 5 tips ini dulu yang bisa saya bagikan tentang Naik Taxi di Jakarta berdasarkan apa yang saya alami. Jika teman-teman ada tips lain tentak Naik Taxi, sangat dipersilahkan sekali untuk ikut berbagi di postingan ini. Silahkan bagi tips naik Taxi dari teman-teman melalui kolom komentar di postingan ini.

1 KOMENTAR

  1. Wah, entah sudah berapa tahun loteng rumahku nggak pernah dicek. Sekali dua kali aja naik kesana kalo pas ada kasus bocor. Sekedar buat nembel retakan di genteng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here