Setan Dan Manusia Setan
.doc google

Wehehe.. Judul postingan kali ini aneh bin nyleneh banget ya?! terus terkesan sok horor gitu ya?! Ya wes ndak apa yang penting saya ndak milih ketemu dua-duanya. Loh? Emang ada apa kok sampai saya menulis postingan dengan judul Milih Ketemu Setan atau Manusia “Setan”?“. Jujur postingan ini lagi-lagi adalah salah satu postingan saya yang muncul dari sebuah pemikiran akan satu hal yang terjadi di sekitar saya. Namun pada postingan kali ini, pemikiran itu muncul dari sebuah obrolan antara saya dengan seorang sahabat tentang sebuah kejadian yang menimpa tetangga sahabat saya tersebut. Sebuah kejadian dan bisa dibilang musibah yang ada hubungannya dengan tindak kriminal.

Yup, obrolan dengan sahabat saya kemarin malam memang membahas musibah yang menimpa tetangga sahabat saya tersebut, yang mana musibahnya bisa digolongkan dalam musibah akibat tindak kriminal. Critanya, tetangga sahabat saya tersebut beberapa hari yang lalu tepatnya tengah malam, dia dihentikan orang yang tidak dikenal di sebuah jalan di salah satu area Industri di Kota ini. Boleh dibilang jalan tersebut memang sangat sepi dan tak jarang orang yang bilang di salah satu jalan tersebut ada sebuah jembatan yang dikenal cukup angker. Yang informasinya di jembatan tersebut sering muncul penampakan makhluk halus atau hantu bin setan di jembatan tersebut yang menampakkan diri pada pengendara yang lewat di jembatan tersebut.

Nah, malang benar tetangga sahabat saya ini. Tengah malam pengennya pulang cepet dengan mengambil rute melawati jalan dan jembatan tersebut, bukannya di jahili oleh hantu atau setan yang ada dijembatan tersebut, eh malah di hentikan dan semua barang yang dia bawa di lucuti oleh Manusia “Setan”. Untungnya yang berhasil di ambil hanya telepon genggam saja. Ini dikarenakan tetangga sahabat saya tersebut sempa melawan, dan ketika si Manusia “Setan” tersebut mengeluarkan pisau, tetangga sahabat saya tersebut memilih mengalah demi keselamatannya dengan memberikan HP barunya kepada Manusia “Setan” tersebut.

Dari cerita sahabat saya tersebut, modus manusia “Setan” tersebut cukup mengecoh pengendara yang lewat di area tersebut. Mereka memanfaatkan suasana sepi area Industri di malam hari, kemudia berpura-pura ada masalah dengan kendaraan yang mereka gunakan. Awalnya satu orang seolah-olah tengah membetulkan kendaraannya yang rusak sementara satu orang yang lainnya menipu pengendara yang lewat dengan cara meminta tolong. Mangkanya untuk teman-teman yang berkendara malam hari, jangan mudah percaya sama orang yang minta tolong. Maunya pengen menolong eh malah kepentung.

***

Seperti yang saya ungkapkan di awal postingan ini tadi, bahwa dari kejadian tersebut akhirnya memunculkan sebuah pemikiran dari dalam fikiran saya akan kejadian tersebut. Ya, sebuah pemikiran muncul dengan sebuah pertanyaan awal yaitu Pilih Ketemu Setan ataukah Manusia “Setan”? Mungkin sebagaian besar dari teman-teman dan mungkin termasuk saya akan memilih untuk tidak ketemu kedua-duanya, pastinya. Tapi jika seperti itu maka bukan sebuah pilihan dong?! yang namanya pilihan ya harus memilih salah satunya. Untuk itu pemikiran nyleneh yang muncul ini mencoba mengurai benang kusut yang juga menjawab pertanyaan tersebut.

Mungkin saya atau teman-teman semua pasti ketakutan ketika melihat penampakan makhluk halus yang ketika menampakkan diri bisa dalam berbagai wujud, misalnya pocong, kuntilanak, genderuwo, wewe gombel, dll. Tapi menurut saya dan sepengetahuan saya (sok tahu), yang namanya makhluk halus yang menampakkan diri ke kita umumnya hanya sebatas menampakkan diri. Setelah itu sudah. Hal ini pastinya kalau kita tidak usil atau memancing-mancing perkara pada si makhluk halus, si makhluk halus juga tidak akan usil dan marah pada kita. Setelah menampakkan diri, ya sudah.

Nah, sedangkan jika kita bertemu manusia “setan”, yakni manusia yang gelap mata, menanggalkan semua norma serta fikiran jernihnya hanya untuk mengejar materi dan uang dengan cara yang tidak halal tanpa mempedulikan orang lain. Ya akhirnya seperti tetangga sahabat saya tersebut, dimana dia harus berkelahi bahkan hampir saja keselamatan dirinya terancam akibat ulah manusia “setan” tersebut.

Jika dilihat, tempat kejadian tersebut cukup angker dan banyak orang yang lewat di area tersebut melihat penampakan makhluk halus. Tetapi cerita menjadi berbeda ketika orang yang lewat di area tersebut harus berhadapan dengan manusia “setan”, dia tidak hanya melihat penampakan manusia “setan” tetapi jika kurang beruntung nasib orang yang lewat disitu hampir sama dengan nasib tetangga sahabat saya itu, bahkan mungkin bisa lebih parah.

Dengan apa yang coba saya uraikan di postingan ini, kira-kira teman-teman lebih memilih ketemu setan ataukah ketemu manusia “setan”? Jujur saya lebih suka opsi pertama. Tetapi jika ada opsi lain yakni tidak ketemu kedua-duanya, maka saya akan memilih opsi ini. Hehe.

19 KOMENTAR

  1. Weh memang Manusia Setan sama kek Setan, ga bisa diduga munculnya, tp bisa dirasakan kapan akan datang. Jadi kudu hati2 memang ya, jgn maulah stop sembarangan. Klo ragu, bisa jalan trs sampai ketemu org rame baru bilang di sana ada yg mogok.

  2. biasanya setan benaran malah lebih jujur dibanding “manusia setan”… tapi, manusia jadi setan itu karena dibujuki oleh setan beneran lho! *bingung*
    eh… ini beneran atau :hoax2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here