Bertanya

29/12/ 2009

Adakah raga ini membeku karnamu?
Mengapalah jua kemudian takdir membuat kita bertemu
Rasa ini kemudian sedemikian syahdu
mengalir lepas dalam tiap urat darahku

Hingga segenap perhatian tercurah
tiap waktu bertemu menjadi sedemikian singkat
tak ada perasaan kesal dan lelah
hanya ingin tuk bertemu yang sangat-sangat kuat

Hari kemudian terus berganti
menenggelamkan diriku dalam cerlang cayamu
serasa kehilangan seluruh arti
ketika ku tak bisa menatap hadirmu

Namun kemudian tibalah waktu berpisah
serasa mati seluruh urat nadiku
terasa lemas dan payah
dalam tiap waktu merindukan bayangmu

Mengapa semua ini terjadi?
Ku tak mengerti lagi apa yang kurasakan
hanya gelap dalam diri
seakan tiada lagi mempunya harapan

Esok kemudian menjanjikan asa
kutatap jarak yang memisahkan kita
semoga waktu berjalan secepatnya
hingga ku tak lagi bertanya mengapa

Kutahu saat itu pasti kan datang
saat dimana ku tak boleh rindukan hadirmu
saat dimana ku telah menjadi lebih matang
jadi seorang yang baru dan lebih kuat tanpamu

Walau rasa ini sedemikian menyiksaku
ku kan mencoba tuk lebih sabar bertahan
menahan segala coba haru biru
tuk memaknai lagi hidup yang tersisa sebagian

————————–

 

Sebuah karya seorang Sahabat, partner serta senior saya di mana saya menuntut Ilmu.. Dia adalah KURNIAWAN JATMIKA (http://munirjb.blogspot.com). Sengaja saya sadur dan tulis ulang di sini karena saya memiliki kesan tersendiri dengan tulisan ini. Karena ketika saya membaca tulisan ini, suasana hati ini sedang kalut, gelisah dan ingin menjerit sekeras-kerasnya…

Ya.. Selasa (29/12/2009), saya tidak tau… ada apa dengan hari itu, dan saya tidak pernah memprediksikan jika hari itu semuanya akan seperti itu… Mulai pagi… Mata ini lelah, karena semalam tidak bisa memejamkan mata karena ada pikiran yang menggelayut.. pikiran yang sering muncul 2 minggu sampai 1 bulan terakhir ini.. Pikiran tentang “dia”, “dia”, dan “dia”… Sebuah gejolak perasaan yang terpendam selama kurang lebih 6 Bulan terakhir ini…

Siang menjelang sore hari… What A BAD DAY… sudah uang pas-pasan bahkan kurang.. dapat musibah, helm ku hilang tak berbekas di parkiran sebuah Mall Di Surabaya… Tak berhenti di situ… Hati ini gelisah campur aduk.. antara takut ketemu polisi saat mengendarai motor karena tidak memakai helm dan sekali lagi memikirkan “dia”…

Malam hari… dan betapa benar-benar hari yang buruk…. Perasaan yang senantiasa istiqomah selama kurang lebih 6 bulan ini dan senantiasa yakin dan berharap “Masa Itu akan Datang”… Hancur berkeping-keping karena sebuah “tulisan” yang ada di sebuah situs jejaring sosial… What A Bad.. Bad… Bad Day… Ketika hati ini hancur… Ketika hati ini menjerit.. dan ketika nafas ini serasa berat… masih ada cobaan lagi dari Illahi Rabbi… STNK harus Hilang….. Lenyap dari genggaman ini…. Pulang dengan perasaan sedih.. pulang dengan hati yang gelisah…

Namun… seperti yang sering di gaungkan oleh sahabat-sahabat ku… YNWA (You’ll Never Walk Alone).. Aku tidak akan berjalan sendirian, ada sahabat-sahabatku yang akan selalu ada… dan itu benar… Mereka ada untuk membantuku… mereka ada untuk selalu menyemangatiku… dan mereka ada untuk menenangkanku… Jam 24.00 ketika hati sudah mulai tenang.. ketika emosi sudah mulai terkontrol… sebuah titik terang telah terlihat… Seorang sahabat datang membawa STNK yang tadi sempat lenyap.. ternyata STNK saya jatuh di Parkiran dan di temukan oleh satpam… Alhamdulillah Illahi Rabbi…

Dan sejenak aku terdiam hingga Adzan Subuh bergema.. seraya berfikir dan mencoba menyibak hikmah dari apa yang aku alami hari itu.. dan sama seperti 3 bait terakhir dari “Bertanya” ini… Bahwa hari esok masih tebentang, hidup harus selalu berjalan… semua akan “Tiba Masanya”… kalau mungkin tidak sekarang “MAYBE NEXT TIME”… Dan seperti pesan ke-2 Orang tua saya “Jangan pernah menyesal dan tidak ada yang patut disesali dari sebuah ujian atao cobaan, karena di balik ujian atau cobaan yang ada itu pasti Ada hikmahnya”… Ya.. buat apa menyesal… Buat apa memelihara Dendam… Yakin semua pasti ada hikmahnya.. dan ini adalah sebagaian kecil dari begitu panjangnya lika-liku kehidupanku…. Semoga aku bisa selalu “Istiqomah” dalam menjalani hidup ini… Amin Ya Rabb….

Untuk sahabat-sahabatku, DIOR, AZIZ, DEDI, AYU dan Mas Kurniawan Serta Mas Nopy… Terimakasih.. sangat beruntung aku yang hina dan masih banyak kekurangan ini bisa mengenal sampeyan semua.. Semoga tali persahabatan ini senantiasa dijaga oleh-Nya.. Amin..

Jangan pernah menyerah kawan.. Karena hidup ini Indah… ^^

Surabaya 30 Desember 2009
di Sudut ruang di sebuah kamar Koz..

48 KOMENTAR

  1. astaughfirullah,,,
    waktu baca cerita inih,,,cuma bisa bilang..
    “lahkok bisa??”

    truz slain stnk,,helmna juga balik kah??

  2. nice repost pakde ^_^, semangat terus. g tahu kemaren pengen kejar setoran puisi dan hasilnya sajak2 kegundahan… haha semua orang ada masanya… aku juga… sampeyan dan lainnya…

    • @ Mbak Yusako :
      Iya mbak.. kalah cepat sama mas Gajah_pesing.. hihihi..

      Makasih mbak…. ^^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here