Dapat Telepon dari 147? Waspada Penipuan!

Huft… Lihat tanggal kapan update blog ini kok rasanya gimana gitu, lama banget gak update. Hehehe… Nah, itung-itung dari pada blog ini ditelantarkan dan hanya update plugin dan update pembayaran sewa domain dan hosting saja, pada kesempatan kali ini saya akan update dan coba berbagi pengalaman saya hampor ketipu karena dapat telepon dari Nomor Customer Care Telkom Indonesia 147.

Boleh dibilang mudos penipuan melalui telepon maupun sms hingga detik di mana postingan ini saya tulis tampaknya masih saja ada dan terus ada tak mengenal lelah demi mendapatkan celah *halah*. Beberapa hari yang lalu, saat saya lagi di jalan OTW dari daerah TB Simatupang ke Tebet, seya mendapatkan telepon dari nomor +6221147. Bagi teman-teman yang eksis di era telepon PSTN alias telepon rumah pasti tidak asing dengan nomor ini. Ya, nomor ini adalah nomor telepon Contact Center dari Telkom Indonesia.

penipuan-telkom-147
Nomor +6221147 yang telepon saya

Tanpa pikir panjang dan karena saya tahu dan kenal nomor tersebut adalah nomor Contact Center Telkom, maka saya langsung angkat. Terjadilah percakapan sebagai berikut:

Me: Halo, selamat siang…
X: Selamat siang, Pak.. Saya X dari Telkom Pusat, Jakarta. Benar ini dengan bapak Avit, pelanggan telkom dengan nomor pelanggan 031-581xxxxx.
Me: Hmmm.. Iya benar saya Avit, hah nomor itu? Sebentar, kayaknya Mas salah deh.. Saya memang pelanggan telkom, tetapi nomornya bukan itu.
X: Bapak Avit nomor pelanggan 031-581xxxxx, alamatnya Jl. Gebang Wetan No. 23B Sukolilo, Surabaya (Alamat kos saya).
Me: (padahal masih sangsi apakah benar itu nomor kos, aku lupa) Oh.. iya.. Nomor kos saya itu.. Ada apa, Mas?
X: Begini bapak, Mau memberitahukan bahwa Bapak terpilih untuk mendapatkan kartu *lupa nama kartunya* dari Telkom. Kartu ini bisa digunakan di beberapa merchant Telkom seperti Plasa Telkom dan mitra kami seperti di toko kopi (disamarkan), dsb. Dengan kartu ini bapak bisa mendapatkan potongan hingga 60% di merchant tersebut.
Me: Ooow… Trus, untuk dapat kartunya bagaimana?
X: Kartunya gratis, Pak. Cuman ada biaya Rp 1,- untuk aktivasi. Nanti saya kasih tau cara aktivasinya. Btw Pak, Bapak pembayaran tagihan bulannya pakai kartu kredit atau cash.
Me: Cash, Mas…
X: kenapa gak pakai kartu kredit, Pak? Bapak punya kartu kredit?
Me: Ma’af saya tidak pakai kartu kredit.
X: *ceklek, telp ditutup*

Nah, karena telepon yang ditutup secara tiba-tiba tersebut sesaat setelah menanyakan kartu kredit dan saya menjawab tidak punya, membuat saya berfikir bahwa ini bisa jadi merupakan modus penipuan untuk mendapatkan akun kartu kredit saya. Positif thinkingnya, ya mungkin teleponnya putus, sinyal saya ilang. Hahaha… Analisa sederhana saya, jika benar itu bukan penipuan dan benar dari Telkom memberitahukan bahwa saya mendapatkan sebuah kartu member (sebut saja gitu), pasti tidak akan ditutup setelah saya jawab tidak punya kartu kredit. Toh tanpa kartu kredit, saya bayar tagihannya lancar gak pernah nunggak. Kemudian, kalau benar putus karena sinyal atau masalah teknis pasti dia telepon lagi, tetapi hingga saat ini tidak ada lagi tuh telepon dari 147. πŸ˜›

Karena hal tersebut, saya semakin yakin bahwa ini adalah modus baru penipuan secara random untuk mendapatkan akses kartu kredit. Dengan dalih seperti itu, jika kita tidak peka dan kemudian menyerahkan nomor kartu kredit kita, salah-salah bukan dapat kartu untuk diskonan atau voucher, tapi tagihan kartu kredit kita membengkak karena CC dibobol orang.

Lah, emang bisa bobol kartu kreditnya? Bayangkan saja jika kita kasih nomor kartu kredit kita, kemudian Mr. X itu tahu nomor telepon rumah (disebut dipercakapan awal), telepon selular kita (yang ditelp), dan alamat rumah yang kita gunakan sebagai data saat apply kartu kredit. Maka, si Mr. X ini tinggal satu langkah lagi untuk bisa mengakses kartu kredit kita. Benar tidak? Data-data tersebut kan merupakan data yang digunakan untuk verifikasi kepemilikan kartu kredit. Belum lagi, jika si Mr. X sudah menyimpan data-data penting kita yang dengan sadar kita bagi dan umbar di Media Sosial, Facebook. Masih bilang tidak mungkin? hehehe πŸ˜€

Nah, dengan pengalaman yang saya alami dan saya bagikan di postingan kali ini, saya berharap teman-teman bisa lebih waspada apabila menghadapi hal semacam ini. Jangan sembarangan memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal walaupun orang tersebut mengatasnamakan perusahaan besar. Terlebih lagi, memberikan nomor kartu kredit seenaknya. Milikilah rasa curiga yang tinggi (bukan mengajarkan berfikir negatif) pada siapa saja, utamanya orang yang baru kenal yang mengorek data pribadi kita maupun info kartu kredit atau rekening Bank.

Yang tidak kalah penting, di era media sosial yang memudahkan siapa saja membagikan data pribadi di sana, kita harus selalu “Wise While Online, Think Before Posting” – selalu bijak saat online dengan tidak sembarangan membagikan informasi yang sifatnya pribadi. Hal-hal tersebut penting untuk kita perhatikan agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan bahkan merugikan kita. Jadi, waspadalah!!! πŸ˜›

Terakhir, ada satu pertanyaan dalam pikiran yang mengganjal dan belum terjawab. Memang, bisa ya nomor telepon Contact Center 147 digunakan telepon ke luar? Kok ini bisa ya? Ada yang tahu?

Posting menarik lainnya

57 Comments

  1. Aku biyen jarene yo entuk kartu kredit gratis dari bang mandi sendiri, sampe saiki kok raentuk ya? hahhaa.. Ah mbuh wis, pokoke duikku gak kalong wis alhamdulillaah..

    setuju karo di zaman sekarang harus punya kewaspadaan tinggi. Soale banyak penipu memanfaatkan “pikiran positif” kita untuk keuntungan dia. So, berprasangka baiklah kepada orang yg memang dikenal baik, bukan kepada semua orang.

    Goooood!!!

  2. wah saya udah 5 kali ditelpon nomor berakhiran 147 tapi dr 2 kode areaberbeda. tapi tidak pernah saya angkat. seperti nya ada oknum dari Telkom yg MEMBOCORKAN data pribadi pelanggan (nomor id telkom kita, alamat, dan nomor telpon/hp kita)

    kalau tidak begitu darimana mereka tahu data2 kita..

  3. hehe, mirip, kemarin itu juga di telp 147 untuk kebutuhan internet kostan, eh malah bilang gini, “mas bisa upgrade speed ke 2 mbps, tapi abodemen internet mohon dibayar dulu.” perasaan pakai internet itu beda sama pakai telpon, walau sama2 pakai jaringannya. Ke cs telkom deh, dan saya tanya csnya, csnya bingung, “coba tanyakan lagi ke 147nya ya mas, konfirmasi ke sana.” kok malah muter2. haha. eh, bisa jadi ini kongkalikong lahan panas. πŸ™‚

  4. Barusan dapat nih…Terlambat baca artikelnya. Udah kasih nomor Kartunya lagi…ckck
    Jadinya blokir kartunya dan minta cetak baru…jangan2 itu caranya mereka pula

  5. Dulu saya juga pernah dapat telpon dari Telkom tapi langsung masuk ke telepon rumah

    ngakunya si penipu menang hadiah undian yg disiarkan di TV padahal tadi malam tidak ada acara pengundian yg ada sinetron dan pertandingan bola

    saya cegeki aja…..

    langsung ditutup LoL

  6. Saya baru saja mengalami hal serupa.
    Saya hampir kena karena kebetulan akhir2 ini sering kontak dengan 147 untuk upgrade speedy.
    Betul dugaan anda. Seseorang di +6221147 telah menggunakan data pelanggan untuk melakukan tindakan kriminal (mereka tahu saya terdaftar dengan 2 e-mail untuk speedy/telpon rumah, mereka tahu no HP saya dsb).
    Yang mereka tuju adalah nomor kartu kredit (dan security code-nya tentunya).
    Dengan itu, mereka bisa belanja berbagai barang elektronik online, semacam Lazada dsb.
    (waktu di US, nomor cc saya pernah dicuri, dan digunakan untuk belanjaonline camcorder dsb).
    Harusnya ada tindakan dari Telkom karena ini tindakan kejahatan.

  7. Barusan saya dapat telp dari 021147. Dan karena meminta nomor kartu kredit saya minta untuk dihubungi kembali esok hari. Lalu saya langsung menghubungi 147 menanyakan perihal telkom membership card. Menurut petugas 147 memang benar itu dari telkom (021147) menawarkan telkom membership card, dimana kartu kredit yang digunakan adalah untuk mencharge Rp. 1 sebagai syarat asuransi kecelakaan dari axa yang sudah termasuk dalam produk telkom membership card tersebut. Jadi akan di charge Rp. 1 setiap bulan selama 3 bulan. Setelah 3 bulan maka akan diberi penawaran ulang langsung dari petugas asuransi axa apakah asuransinya akan dilanjutkan atau tidak. Jadi setelah saya menghubungi 147 dan mendapatkan penjelasan dari petugas 147 maka saya rasa ini adalah resmi dari Telkom.

    1. Tadi sore sy juga mendapat telpon yg serupa, tapi kog beda ya?? saya tadi malah dikasi Rp 1 saja seumur hidup katanya, jadi sy aktivasi saja,. cuma besok mau cek ulang di 147…

  8. Wah, thanks bgt mas Avit atas infonya
    Saya barusan saja langsung menutup telepon dr 021147 setelah gugel “Kartu Member Telkom” dan baca web mas Avit.
    Langsung saja saya sepontan nutup begitu ybs mulai nanya mengenai jenis pembayaran telkom saya. Hehe…
    Tapi ngeri juga mereka tahu data – data kita dengan lengkap.
    Thanks again !!!

  9. Seminggu yll, ada tlp msk by telkom rmh. Dia mengaku dari telkom 147, ktnya bhw saya mendapat apresiasi dari telkom shg saya dapat bisa telp gratis ke sesama telkom asal tdk tlp ke luar negeri dan ke hp dan berlaku selamany. Saya bingung dia menanyakan tgl lahirku ? Apakah ada hubungannya dg kartu kredit saya ?? Apakah nntnya bs dimanfaatkan olehnya ??. Stlh hari ke tujuh sy hub 147, ternyata tdk ada program Apresiasi u/sy sbgmn si penelpon katakan. hadeuuuu ini mah jelas kasus penipuan dunnk!,,, koq bisa ya tlp dari 147 ?.. wallaah celaka dh….. apa yg hrs sy lakukan….?? Plz……… help me………

  10. Saya pernah terima telepon dari 147 tapi dengan kode area yang berbeda. Ada +6231147 dan +6221147.

    Yang menelpon pakai +6231147 mengaku dari pihak Telkom menawarkan saya agar telepon rumah saya dibikin gratis nelpon lokal dan SLJJ unlimitted kecuali ke HP dan luar negeri. Saya waktu itu menerima tawaran mereka sehingga saya diminta verifikasi tanggal lahir dan nama ibu kandung dan saya berikan. Bulan depan ternyata yang mereka tawarkan benar karena tagihan telepon saya tidak membengkak padahal saya neleponnya banyak banget. Saya cukup bayar abodemen 45.000 sebelum PPn.

    Kemudian beberapa hari lagi setelahnya saya terima telepon dari +6221147 dan diminta data kartu kredit seperti artikel di atas. Tapi karena saya curiga maka saya kerjain dengan memberikan nomor kartu kredit palsu…hehehe. Beberapa hari kemudian mereka nelpon lagi karena nomor kartu saya salah. (Lha wong memang elu aku kerjain kok…hahaha). Trus saya tidak tanggapi lagi dan langsung saya tutup.

    Kalaupun benar yang pakai +6221147 adalah pihak Telkom kenapa untuk membiayakan sebuah fitur harus menggunakan kartu kredit? Kenapa tidak dikreditkan saja dari tagihan telepon? dengan dasar inilah kecurigaan saya dengan +6221147 bahwa ini memang penipu yang ingin mencuri info kk kita.

    Kalaupun ada yang bertanya mengapa mereka bisa menggunakan nomor 147? yah bisa sajalah. Mungkin pakai bantuan software pengubah nomor telepon.

    Jadi semoga tidak ada korban dari nomor +6221147 ini. Mudah mudahan pihak telkom bisa melacak pemilik nomor ini.

    1. Info tambahan lagi call center telkom itu berada di Surabaya. Sehingga jika mereka menelpon ke kita nomor yang muncul adalah +6231147. Jadi kalau ada yang ngaku dari telkom dan nomornya 147 dengan kode area yang lain jangan terima.

    2. Terima kasih Sharingnya mas, Fakhrul. πŸ™‚
      Bener banget, yang mambuat saya curiga dan memposting di Blog ini lantaran permintaan nomor kartu kredit. Logika saya sama dengan yang mas Fakhrul bilang, kenapa gak langsung ditagihkan ke tagihan telpon saja?

      Sekali lagi terima kasih atas sharingnya.

  11. bener banget tuh..
    kalau aku sering kenak sms yg mengatakan pemenang ini itu..dan telah diundi di stasiun swasta blablba..
    jaman sekarang kok ada seperti itu.. πŸ™

  12. aku dulu pernah dapat telpon katanya dapat uang dari undingan di bank..
    tp herannya telponnya malam2.. pas orang lagi tidur..
    mungkin mau nipu yak..
    tp karena aku bilang gk punya rekening..orangnya lngsung nutup teleponnya..wkkww

  13. Barusan ditelpon dari +6231147, nelponnya ke nomerku im3. Untung aku lg mandi jd gak tak angkat. Setelah browsing ketemu blog ini. Trims infonya.

  14. Barusan ada lagi bro..
    Baru banget, ada panggilan masuk ke telpon rumah, untungnya nomor sipenelpon bisa kebaca. Nmor yg masuk 061147.
    Udah curiga sih, soalnya nelpon diluar jam kerja. Udah gitu maksa minta nmor hape. Tp yg jadi permasalahan dia ntu tau nama yg punya telpon n jumlah tagihan pembayarannya sob.. ngeri ga tuh..

  15. Haduhhj ane jga kena nih, lagi tidur, keaddaan masih ngantuk, untuk ane skip pembicarannya tagihan sejuta bayar hanya seratus ribu asem bgt nih org ati2 aja dari no 061147

  16. Sy dalam 2 bulan ini (des 2015-jan 2016) udah 5x dapat telpon dari 031147, dengan pertanyaan yg sama,
    1. Nama saya
    2. No.tlp rumah
    3. Siapa yg bayar tagihan speedy dirumah

    Barusan lagi ditlpn, sy reject, eh dia tlpn di telpon rumah, saya omelin ” ini telkom annoying banget, nelpn terus nanyain sapa yg bayarin tagihan speedy!” eh malah ditutup

  17. Aku juga mas minggu lalu ditelpon 031147 dua kali, tapi tdk aku angkat karena ngak dengar…trnyata penipuan…
    Thanks sharingx…

  18. Waduh saya juga pernah dapat telpon dari 6261147, juga menanyakan nomor telpon rumah dan langganan speedy saya, dia tahu no hp dan no telpon rumah, dia tahu nama saya dan meyakin apakah benar nama saya …. dan no telpon rumah …., dan dia menjanjikan akan memberikan telpon gratis selama sekian menit. Dan saya diminta menunggu konfirmasinya. Mohon share atau saran dari teman2 apa yang harus saya lakukan, yang jelas dia udah tahu nomer telpon rumah dan no hp dan nama saya, apa yang harus saya lakukan? Mohon.pencerahan

  19. Barusan dapat telp dari mereka broo. Nanya nanya nama2 dll jam 8 malem. Terasa janggal dan curiga apa maksudnya ini, Langsung tak tutup dan google perihal 147,, eh nemu blog ini.
    Hati hati brooo semua.

  20. sama bro, saya juga barusan dapet telepon dari 147, tapi kode areanya 0251 (bogor) lha wong saya di Cirebon. kayaknya modusnya memang menelepon di saat2 orang lagi jam2nya tidur siang, pasalnya kejadiannya hari sabtu.
    saya di telpon bilangnya mau minta verifikasi data pelanggan.
    saya sudah curiga buat apa telkom verifikasi data pelanggan segala, orang saya bayar telpon+indihome gak pernah nunggak, telat pun tidak.

    langsung saja saya todong balik
    “untuk apa telkom pake verifikasi data pelanggan segala?”
    dia jawab,
    “agar data yang ada pada kami tetap valid pak”
    saya timpali lagi,
    “iya, fungsinya apa?”
    sambil menjelaskan berputar2 dan tetap saya counter balik dengan pertanyaan balik tentang maksud dan tujuan sebenarnya, si “Ibnu” ini tetep gak bisa memberikan penjelasan yang dapat diterima akal sehat saya. sampe pada akhirnya dengan nada agak tinggi saya tanya sama dia,
    “anda ngerti data? kalau telkom bener2 butuh data aktual, ngapain telkom pusat (ngakunya gitu) nelpon di luar jam kerja, data itu penting mas, nggak bisa “validasi” se enaknya via telpon. saya bayar telpon tiap bulan, kalau ada perubahan data pasti saya update pas bayar.
    akhirnya dia nyerah dan nutup telepon duluan.

    soalnya aneh, saya pernah terima telepon dari telkom yang nawarin promo indihome, feelnya beda dengan yang barusan. yang tadi terkesan “di-ada-adakan”
    dan satulagi yang membuat saya cuiga adalah nama orang yang nelponnya “ibnu”. dulu saya pernah terima telepon scam kayak gini juga tapi atas nama bank mandiri, ngaku namanya ibnu, ada lagi dari indosat juga ngakunya namanya ibnu, hahaha.

      1. ane juga di telp bro, gw malah nanyakin identitas dan alamat kantornya, malah dia bingung dan menutup telpnya. wkwkwkkwkw………..

  21. Saya jg barusan dpt tlp dr telkom tp kode area Bogor 0251147 dan dy tlp 2x yg ke-2 saya angkat tp gak saya jawab dl, ada suara cowo gt stlh saya blng “halo” eh mlh ditutup aneh bgt, lagian biasanya yg tlp bkn no pusat, dan saya bkn dr Bogor, untung ga punya CC jg tp makasih Blognya sangat membantu jg Comment2 pengalaman dr yg lainnya πŸ™‚

  22. Saya barusan dapat telf dr 0251 147 padahal no hp sy baru, mba nya nanya ini betul dgn nama ibu dan alamat xxx. Katanya tagihan telf mau dipindahin ke email dan no hp saya. Aneh. Trus nanya nama fb dan twitter. Sy kasih aja krn blum ngeh dan masih stengah sadar pas angkat relf (baru bangun). Tp dia ga minta cc kok. Aneh yaa minta nya nama fb dan twitter, dan baru tau postingan ini stelah dpt telf dr 0251 147

  23. Saya dapat telfon 147 tanpa no kode 0271/021/0221
    langsung search 147 dapat artikel ini. Blocked sudahπŸ˜‚ gak mau angkat telfonnya juga..

  24. hahaha , , , dapat tlpn juga dari 147, sampai 3x tlpn, gak gua angkat,, gua kira nomer apaan,,

  25. barusan dapet jg neh telp 147 tape kok gk pake kode area ya gan ??
    gk diangkat deh mikir2 pagi2 nelp nagih utang kale ane diemin ajje

  26. Saya juga baru dapet dari +6231147, saya bilang telkom punya bos dan sedang pergi. Kirain beneran, saya tanya mungkin mau nitip pesan, malah dianya bilang nanti saja sama bosnya. Googling deh nyampe sini…

  27. Aku baru aja di telpon 147 pas lagi shalat dhuhur…jadi ngak ke angkat..bilang sama istri mungkin dapat undian katanya..habis baca blok ini rupanya penipuan..syukurlah ngak terangkat….

  28. itu modus penipuan ya, sy jg barusan ada telp masuk ke hp no 147 sampai 3x, untung sy tolak….

  29. tks…tilpon ini biasanya datang setelah beli pulsa”’gawat ya
    counter ato apapun itu..simpaty agak sering..ati2 dan waspada harus nii

  30. Baru aja dapet telepon dari 0251147 tapi cuma minta informasi alamat lengkap sama email trus dikirim nomer buat verifikasi gitu. ada yang salah ?

  31. barusan dapet tlpon dari +62251147 tapi ga saya angkat soalnya nomer asing (gara2 pengalaman tiap ditelpon nomer asing slalu nawarin kartu kredit jadinya males ngangkat), eh liat di google dan masuk blog ini.. makasih sharing pengalamannya mas bro.. harus semakin waspada nih

  32. dulu waktu masih langganan speedy pernah dapet telpon dari 147 berkali-kali di jam kerja tapi g pernah saya angkat (curiga krn awalnya g tau klo ini no dari telkom..heuheu ),g taunya tetangga yg langganan speedy juga ditelpon,alasannya speedy akan diganti dengan Indiehome,sebulan berikut benar speedy sudah tidak dipakai lagi…barusan dapat telpon lagi 147 tapi di luar jam kerja,tidak saya angkat krn lagi di jalan,iseng2 googling,,eh ketemu masalah ginian…untung tidak saya angkat tadi,next time klo ditelpon lagi saya sudah siap..

  33. Weleeehhh..maaf barusan jg ane ditelp dr nomor 147 tanpa kode area. Tp hp ane lgsg reject (pake app reject unknown number). Terus search di google nomor 147. Ternyata itu milik telkom (bener gak sich..).. Dan bla bla bla.., nemu blog ini.. Komen dech ane..

  34. Wah, saya baru saja buka HP ada nomor 147 di telepon masuk yang tdk terjawab, karena saat 147 telepon ke HP sy. Kemungkinan saya sedang sholat magrib dan saya lupa HP masih di silent dan tidak getar dari siang,karena tadi siang saya menghadiri suatu acayra yang panitianya mengaharuskan HP untuk di silent.saya penasaran cari info mengenai no telepon 147 eh ketemu deh blog ini ..terima kasih. Kedepan klo ada telepon dari 147 lagi sya sudah tau harus berbuat apa.

  35. Yang bikin gua gedeg, lagi ngimpi enak” gegara semalem tidur pagi ini di telp sama 0251147. Diangkat kagak ada suara. Bener”, untung liat nih postingan. Jadi lebih aman deh.thanks bruh

  36. thank u telah berbagi mas ^^, btw si telkom masih kenal yg namanya tanggung jawabnya ga yah ?!. udah tau gitu, udh tau pertumbuhan org2 menjjikkan d dlmnya semakin pesat bereksperimen ria tp tetep aja diem adem ayem gak mau tau gak mau urus, apaan coba begitu. hadehh apa jgn2 semua org d dlmnya udah sepakat bersatu dlm satu tipe kali ya? atau kurang pengetahuan hanya buat nyelesein masalah ini aja?!!. emosi sendiri jdnya gue. “ngurus permasalahan perusahaan segede itu dengan pekerja sebanyak itu kan gak segampang ngorek upil cuyy!” kalo yg dibanggain cuma pernyataan itu, mending kelaut ajalah sono. atau mereka juga sekaligus penganut paham ini?! “makin luas cakupannya makin byk juga masalahnya” hahh ga tau gue, terserah mreka aja dah menikmati permasalahan yg ada. kalo itu mereka anggap sbg bumbu2 merica yg memperindah kehidupan pertelekomunikasian indo, gue mau blg apa lg coba. senyumin ajalah wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *