Secuil Cerita Tentang Bitcoin

Bitcoin

Weits lama banget tidak ada posting baru di blog ini.. Hehe.. Nah dikesempatan update posting kali ini saya ingin cerita sedikit tentang Bitcoin dan dunia Cryptocurrency. Bagi sampeyan yang sudah berteman dengan saya via jejaring sosial baik di Twitter, Instagram atau Facebook, sampeyan pasti bolak-balik melihat saya mengunggah status dengan topik Bitcoin. Topik yang tengah saya geluti sejak saya memutuskan untuk bekerja dari rumah dam topik yang lagi banyak diperbincangkan oleh warga net dan generasi milineal.

Sebenarnya saya mengenal dan mulai main-main Bitcoin ini sudah sejak akhir tahun 2012 lalu. Mulai dari iseng cari tahu apa itu Bitcoin, Blokchain – teknologi penyokong Bitcoin hingga bagaimana cara mendapatkan Bitcoin dengan menjadi miner alias penambang. Waktu itu, di awal 2013 saya menambang dengan Raspberry pi + USB ASIC Miner. Alhamdulillah cukup greget pada masanya, kalau sekarang ya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan miner yang pake ASIC Antminer atau GPU miner.

Lalu apa sih Bitcoin itu?

Bitcoin ini adalah salah satu jenis cryptocurrency atau mata uang elektronik yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto pada 2009 silam yang menggunakan teknologi jaringan peer-to-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal.

Namanya juga mata uang digital, untuk mendapatkan koin dari jaringan bitcoin ini kita membutuhkan perangkat digital yakni komputer untuk dijadikan sebagai alat menambangnya. Jadi jaringan Bitcoin secara acak membuat dan mendistribusikan sekumpulan algoritma dari bitcoin ke seseorang yang menjalankan perangkat lunak yang bekerja ‘menghasilkan koin’. Setiap algoritma acak yang dikirimkan memiliki tingkat kesulitan yang berubah-ubah yang membuat probabilitas jumlah koin yang didapat akan berbeda jumlahnya pula bergantung dari kecepatan perangkat memproses atau menyelesaikan algoritma tersebut – dihitung dengan satuan hashpower/second. Untuk saat ini perangkat komputer yang efektif untuk digunakan adalah Graphics Processing Unit (GPU) atau lazim dikenal dengan VGA Card. Kenapa? Nanti saya akan bahas dipostingan terpisah ya!

Tidak seperti mata uang yang kita kenal dan beredar luas saat ini, bitcoin tidak tergantung pada penerbit utama, seperti mata uang Rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node jaringan P2P yang terhubung ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin hanya dapat dipakai bertransaksi oleh pemilikinya, dan tidak bisa dilakukan lebih dari satu kali.

Jika sampeyan mendapat informasi bahwa Bitcoin banyak digunakan untuk transaksi barang-barang ilegal dan terlalarang, ya memang benar demikian pada awalnya. Karena teknologi yang dipakai di jaringan Bitcoin memungkinkan mata uang ini menjadi mata uang anonymous alias tidak bisa dilacak detail informasi pengirimnya, maka di awal kemunculannya Bitcoin menjadi solusi bagi mereka yang berbisnis di “dunia bawah tanah”. Namun, seiring berjalannya waktu mulai banyak orang yang memanfaatkan bitcoin untuk transaksi sehari-hari dan sekarang Bitcoin dimanfaatkan sebagai aset investasi layaknya emas antam.



Bagaimana mendapatkan dan main Bitcoin?

Ini adalah point yang sering ditanyakan teman-teman kepada saya. Bagaimana mendapatkan dan seperti apa sih mainnya Bitcoin ini? Jadi gini, untuk mendapatkan Bitcoin sependek pengalaman saya ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan dan bermain-main dengan Bitcoin, yaitu:

1. Menjadi Penambang / Miner Bitcoin

Seperti yang sudah saya sampaikan sedikit di paragraf ke-3 postingan ini, bahwa Bitcoin ini dihasilkan dari perangkat komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin untuk menyelesaikan algoritma yang dikirim secara acak ke seseorang yang menjalankan perangkat lunak miner. Maka cara pertama untuk bisa mendapatkan Bitcoin adalah dengan cara menjadi penambang. Menyediakan perangkat komputer (rig) dengan spesifikasi tertentu dengan perangkat lunak miner dan terhubung ke jaringan Bitcoin.

Saat ini ada dua opsi untuk menjadi penambang Bitcoin, yakni menambang dengan investasi untuk membangun rig sendiri dan menambang dengan Cloud Mining. Mana yang oke? Tunggu di postingan selanjutnya ya! Hehehe..

2. Trading atau Jual/Beli Bitcoin

Cara yang ke-2 untuk mendapatkan dan bermain-main dengan Bitcoin adalah dengan cara trading atau jual/beli Bitcoin. Konsepnya sama dengan kita jual/beli valuta atau mata uang asing. Kalau saya lebih senang menyebutnya seperti investasi emas antam. Caranya gampang, cukup daftar di platform jual/beli Bitcoin atau cryptocurrency seperti Bitfinex, Bitstamp, Coindesk dsb. Kalau mau yang bisa langsung jual/beli dengan mata uang rupiah bisa di vip.bitcoin.co.id.

Cara bermainnya juga cukup mudah. Cukup ikut konsep jual/beli layaknya di pasar saja. Beli saat harga murah, jual saat harga tinggi. Kalau sampeyan punya basic trading forex, ini sangat membantu sekali pastinya. Kalau saya mah cukup beli pas harga turun atau murah, dan jual pas harga naik. Oh ya, naik turunnya harga Bitcoin ini fluktuatif banget tidak sesetabil valas atau emas. Ini menjadi kekurangan sekaligus kelebihan. Kekurangannya jadi aset investasi yang tinggi resiko karena hitungan menit aset bisa anjlok parah. Jadi keunggulan, karena bisa dapat profit alias untungnya lebih banyak.

Jadi, main trading atau jual/beli bitcoin ini harus pegang konsep “High Risk, High Return“.

3. Fauceting atau kumpulkan recehan Bitcoin GRATIS!!!

Fauceting adalah aktifitas untuk mendapatkan Bitcoin dari situs-situs yang memberikan Bitcoin gratis (faucet) kepada penggunanya tiap kali mereka berhasil memenuhi persyaratan tertentu, seperti: melihat iklan, mengikuti survey, memainkan game, dll. Faucet kerap digunakan oleh para pengguna Bitcoin untuk mengumpulkan Bitcoin meskipun dalam jumlah kecil karena kita tidak perlu mengeluarkan modal apapun untuk berpartisipasi. Hanya mengunjungi situs atau menginstall aplikasi faucet di smartphone dan mengikuti arahan untuk mendapatkan bitcoin.

Ada banyak sekali Faucet yang menawarkan recehan Bitcoin ke kita, tetapi tidak semuanya legit atau benar-benar membayar. Kita perlu teliti untuk memilih faucet. Jangan sampai kita sudah capek nonton iklan atau ikut puluhan survey, eh tidak dibayar. Hehe..

Sejauh ini 3 cara di atas merupakan cara yang saya tahu untuk mengumpulkan Bitcoin.

Ada banyak hal yang ingin saya tulis dalam postingan ini menyangkut bahasan Bitcoin. Namun biar enak, kayaknya akan saya buat beberapa postingan dalam beberapa waktu mendatang. Itung-itung buat bahan update posting blog ini biar eksis lagi. Hehehe.. Selain itu, kurang enak jika dalam satu postingan tulisannya terlalu panjang. Saya yakin pasti sampeyan banyak skipnya dari pada baca detail, mengingat tulisan saya yang jauh dari kata bagus ini. Ehehe..

Oke mungkin sampai di sini dulu posting Secuil Cerita Tentang Bitcoin ini. Masih banyak bahasan Bitcoin yang akan saya unggah di blog ini. InsyaAllah..

Posting menarik lainnya

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *