Seberapa sabarkah kita?

“Sabar itu tidak ada batasnya”. Kalimat ini, ya kalimat yang mungkin dari sebagaian besar kita sangat sering mendengarnya terucap. Tapi apakah benar demikian adanya?? Apakah ketika dalam kondisi terpuruk, terpojokkan, tertekan, atau bahkan ketika kita sedang dalam kekuasaan emosi, Apakah kata sabar itu masih ada dalam diri kita??

Sebagaian besar dari kita berkata bahkan menyuruh orang lain untuk bersabar dalam menghadapi setiap cobaan yang ada. Namun apakah sedikit saja kita pernah bertanya kepada diri kita sendiri, Seberapa sabarkah kita? Sering dalam kondisi saat kita dikuasai Emosi dan tertekan, kesabaran kita lenyap dari diri kita. Kita cenderung mengedepankan amarah dan emosi, bahkan ego kita pun ikut tersulut. Dan ketika amarah, emosi dan ego berkolaborasi dengan indah menguasai diri kita bukan penyelesaian atas masalah itu yang kita dapatkan, justru masalah lah yang bertambah.

Sering diantara kita dan bahkan saya sendiri ketika menghadapi suatu masalah, kita lebih mengedepankan perpaduan Amarah, emosi dan ego kita. Namun jika kita bisa sadar dan segera bisa menyadari akan buruknya efek jika kita telah dikuasai 3 hal yang berkolaborasi dengan indah itu kita akan tahu, bahwa tak seharusnya kita dikuasai amarah dan emosi. Jika demikian adanya masih berlaku dan benarkaj kalimat “Sabar itu tidak ada batasnya” ?

Jika kita mau berfikir dan merenungkan, memang seharusnya “Sabar itu tidak ada batasnya”, hanya saja kita sebagai manusia yang memiliki nafsulah yang membatasi diri kita untuk bisa sabar dalam setiap menghadapi masalah dan cobaan yang ada. Nafsu dan emosi kitalah yang memaksa kita untuk membatasi kesabaran dalam diri kita yang kemudian menggantikan kesabaran itu dengan amarah dan Nafsu. Sekali lagi kita semua tahu dan menyadari bahwa jika kita terlalu menuruti amarah dan nafsu, bukanlah kebaikan yang kita dapat, melainkan keburukan dan kerugian. Masihkah kita mengedepankan nafsu dan amarah di bandingkan Kesabaran dan akal pikiran kita?

Menjadi Insan yang sabar dan tawakal memang tidak mudah, namun alangkah baiknya jika kita sebagai manusia yang dikaruniai akal dan fikiran serta perasaan masih mau berusaha untuk terus berlatih kesabaran dalam menghadapi masalah. Karena saya yakin bahwa kita semua masih perlu banyak belajar dan melatih kesabaran kita. Dan percayalah, Bahwa Kesabaran kita merupakan Malaikat penolong di kala kita dilanda masalah. Dan sesungguhnya jika kita bisa bersabar maka kita akan selamat di dunia dan akhirat kelak.

So, Seberapa sabarkah Kita??

ilustrasi gambar dari : nasyidfm.net

Posting menarik lainnya

4 Comments

    1. @budiono: Iya mas det sama.. hanya saja kita tidak boleh menyerah dan harus tetap berusaha menjadi manusia yang memiliki kesabaran.. :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *