Pilih Vote Komodo atau Selamatkan Kebun Binatang Surabaya | #saveKBS

Ramai riuh akhir-akhir ini saya jumpai di media mainstream hingga social media tentang sebuah kampanye untuk mendukung Komodo menjadi pemenang di ajang New 7 Wonders. Mulai dari yang sangat semangat untuk mendukung Komodo menjadi juara New 7 Wonders, hingga ramai kontroversi yang menanyakan keabsahan, legalitas, dan kebenaran lembaga penyelenggara New 7 Wonders yang katanya dari Swiss tersebut.

Jujur, melihat riuh ramai New 7 Wonders ini hanya mebuat saya tersenyum. Bagaimana tidak, beberapa waktu yang lalu BBM saya yang setiap hari sepi notifikasi mendadak ramai notifikasi Broadcast Message (BM) dari teman-teman yang ada dikontak untuk ikutan SMS yang katanya hanya dikenakan tarif Rp. 1,- per sms untuk Vote Komodo. Lucunya lagi, ada beberapa teman yang awalnya getol banget BM mengajak vote Komodo di New 7 Wonders berubah pikiran 180o menyebarkan BM bahwa New 7 Wonders itu gak jelas, scam, dll. Bingung kan? Kalo saya, stay cool saja. Dan saya tergolong manusia pelit, walau hanya dikenakan tarif Rp.1,- saya enggan untuk ikutan sms kayak gituan. Update terakhir sih, Komodo masuk sebagai nominasi di New 7 Wonders. Sekali lagi masih menjadi nominasi bukan juara.

Jauh dari hiruk pikuk, ramai riuh kontroversi dukungan untuk Komodo masuk New 7 Wonders, ada sebuah fakta yang tidak diketahui banyak orang bahkan pemerintah yang pro dengan Vote Komodo for New 7 Wonders, bahwa ada beberapa Komodo yang tidak dijaga dan dirawat dengan baik dan mati. Yang lebih miris lagi, Komodo yang mati tersebut berada di sebuah Kebun Binatang yang menurut hemat saya sebagai manusia biasa hewan-hewan yang ada dikebun binatang akan dirawat dan diperhatikan dengan baik karen mereka berada dalam kandang yang membatasi mereka untuk mencari makan layaknya di alam liar.

Skuter01
Salah satu bentuk Demo #SaveKBS

Tempat di mana beberapa komodo mati tersebut adalah di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Selain Komodo sebenarnya ada beberapa binatang lain yang bernasib sama dengan Komodo, seperti ular phyton, rusa bawean yang tergolong binatang langka dan dilindungi, dan beberapa binatang lain. KBS sendiri akhir-akhir ini juga dikabarkan tengah menghadapi sebuah masalah yang pelik, dengar-dengar masalah keuangan dan masalah manajemen.

Melihat 2 fakta di atas yaitu semangat untuk memilih Komodo masuk ke New 7 Wonders dan masalah riil yang dihadapi komodo dan hewan-hewan dilindungi di KBS tersebut miris memikirkannya. Di satu sisi ada beberapa kelompok semangat banget untuk menjadikan komodo “object eksploitasi” dengan memasukkannya ke New 7 WOnders, sisi lain ada komodo yang dibiarkan mati begitu saja di sebuah Kebun binatang. Ibaratnya hanya memanfaatkan momen namun tidak pernah becus memperhatikan dan merawat objek untuk momen tersebut.

Saya perkirakan ada 10 juta sms masuk untuk vote komodo (CMIIW) yang per smsnya dikenakan tarif Rp 1,-. Artinya telah terkumpul sekitar Rp 10.000.000,- uang. Coba uang yang terkumpul ini lebih digunakan untuk menyelamatkan nasib komodo atau hewan lain yang ada di Kebun Binatang, taman nasional, atau apalah. Saya yakin pasti lebih bermanfaat dibandingkan hanya untuk sekedar vote yang uang hasil vote tersebut tidak jelas dikemanakan!

Ini uneg-uneg saya tentang Vote Komodo dan Selamatkan KBS, bagaimana pendapat teman-teman perihal Pilih Vote Komodo atau Selamatkan Kebun Binatang Surabaya?

Img Credit : Detik Surabaya Foto

Posting menarik lainnya

5 Comments

  1. 10.000.000 SMS itu bukan dikalikan 1 drek, tapi dikalikan 2000. kita memang hanya dikenai 1 rupiah, tapi ada yang kasih subsidi sehingga yang disetorkan ke panitia di swiss sana adalah 2000 x 30.000.000 (data terakhir menurut JK ada 30 juta sms masuk)

    bayangkan, 60.000.000.000, alias 60 milyar! kalo dipakai untuk KBS jelas sudah cukup

    1. Weleh… Weleh… Baru tahu aku mas.. Wih.. Benar2 edian.. Gedhe men nilainya.. La opo sebanding karo follow up setelah pemilihan nanti?? Edian..

  2. Saya setuju dengan poster pendemo di atas, NEK GAK ISO NGURUS KEWAN DICOLKE WAE. Kalau memang tidak becus dalam mengurus hewan, lebih baik dilepas saja. Kembali ke habitat aslinya, Insya Allah binatang tersebut selamat dari KEMATIAN.

    Salam Ingus dari saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *