Opera Browser Vs Google Chrome Vs Potato

Yang namanya persaingan untuk mendapatkan keuntungan, kepercayaan dan popularitas di mata Konsumen mutlak ada dalam dunia bisnis. Tak terkecuali pada bisnis di Internet. Lihat saja bagaimana para developer atau pengembang Aplikasi Browser saling bersaing menunjukkan taringnya, siapa yang bisa menyuguhkan sebuah aplikasi browser yang handal. Handal, yah lebih handal dari pada para pesaingnya. Handal dalam persaingan yang dilakukan para pengembang Aplikasi Browser di sini adalah handal dalam hal kecepatan sebuah browser untuk mengakses sebuah halaman website. Semakin cepat sebuah browser membuka halaman Web, logikanya bayak end user atau pengguna yang akan menggunakannya. Jika banyak pengguna maka pendapatan juga ikut bertambah (money).

Nah, saat iseng-iseng Browsing dan buka youtube dan mendapatkan informasi dari salah satu kenalan saya yang bekerja di Opera Oslo Norwegia, si Zibin perihal ada sebuah iklan video yang cukup menarik yang sengaja di buat oleh 2 pengembang Browser terkenal, salah satunya adalah pengembang browser di mana dia bekerja. Ke dua Pengembang Browser ini saling menunjukkan bahwa dialah yang paling cepat.

Iklan pertama yang muncul adalah iklan Google Chrome yang menguji kecepatan untuk membuka sebuah web page dari versi terbaru google chrome dengan sebuah alat yang di sebut Potato Gun. Potato gun ini adalah alat yang memiliki fungsi menembakkan kentang dan menghancurkannya dalam waktu sekejap. yang mana ada sebuah triger yang akan bersama-sama memicu pelatuk Potato gun dan menekan tombol klik pada Mouse. Wal hasil, kecepatan google chrome sungguh sangat luar biasa. Saya tidak tau mana yang lebih cepat, kentang yang meledak hancur atau kecepatan Google Chrome yang membuka Web Page. Kejadiannya sangat cepat, saya rasa hanya seper sekian detik saja.

Mengetahui pengembang sebelah membuat vidoe test speed, Opera tidak ingin kalah. Opera juga membuat sebuah video yang sama, hanya saja ada kesan sedikit meledek pengembang Google Chrome. Keduanya menggunakan Kentang sebagai pembanding, namun jika pada iklan Google Chrome mereka menggunakan Potato Gun, pada Iklan yang di Buat Opera mereka memasak Kentangnya. Yang berdasarkan pemikiran waras saya, yang jelas lebih cepat browser opera untuk membuka sebuah Web page dari pada sebuah kentang mentah di rebus dan menjadi masah. Aya’.. aya’ wae ini si tim kreatif pembuat iklan Opera.

Dari pada penasaran, ini silahkan teman-teman liat sendiri 2 videonya dan saya tambahkan sebuah video dibalik pembuatan video iklan dari Google Chrome.

Video Google Chrome vs Potato Gun

Video dari Opera yang kesannya meledek Itu

Dibalik pembuatan Video Google Chrome vs Potato Gun

Menurut pendapat pribadi saya, sekarang ini memang teknologi yang diberikan oleh para pengembang browser yang ada sangat luar biasa. Sebut saja Java Script Engine yang ada pada Opera 10.5x yang memungkinkan sebuah web page ful Ajax atau JS terbuka dengan cepat. Begitu juga dengan dukungan pada HTML 5 pada Google Chrome dan juga Opera, Sungguh luar biasa. Namun terlepas dari performa yang di sajikan browser-browser yang ada, ada satu kunci utama yang menentukan cepat atau lambatnya sebuah browser membuka halaman Web. Kunci tersebut adalah seberapa besar Bandwith Internet yang kita pakai? Bandwith internet yang kita gunakan merupakan penentu Cepat atau lambatnya akses internet kita.

Lha kita tahu sendiri, di Luar sana bandwith internet yang digunakan rata-rata sudah lebi dari 4 Mbps per PC atau Client. Lha di Indonesia baru 1 Mbps itu pun mungkin di share juga dan kadang kadang lambat. Jadi seberapa besar performa akses sebuah Browser untuk membuka Web Page, kalau ternyata bandwith yang menopang kita hanya 256 Kbps ya sama saja. hehe..

Kalau saya, ndak apalah asal lambat yang penting tetap semangat Online dan Nge-Blog. Ya lambat-lambat dikit khan bisa di sambi ngemil Potato… (mmm)

http://twitter.com/zibin

Posting menarik lainnya

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *