Ng-Kost Itu…

Tidak terasa sudah hampir 4 tahun saya hidup di ruangan 3 X 4 meter di daerah Sukolilo kota Surabaya. Ya, sudah hampir 4 tahun saya menjadi anak kost dan meninggalkan kenyamanan rumah sendiri bersama orangtua. Nge-Kost biasanya di lakukan oleh mereka yang keluar dari rumah entah itu yang sekolah, kuliah ataupun mereka yang bekerja. Yang mana di kota tempat mereka merantau tersebut tidak ada saudara atau ada saudara namun lebih memilih nge-Kost daripada harus ngrepotin saudara.

Banyak dari anak kost awalnya sangat berat meninggalkan rumah dan kedua orangtua, terlebih bagi mereka yang terbiasa hidup dengan orangtua dan susah lepas dari orangtua. Namun mau tidak mau kita harus tetep melaksanakannya. Meski awalnya terasa berat, namun di sinilah kita akan belajar hidup jauh dari orang tua. Kelak ketika tiba masanya kita juga akan hidup sendiri jauh dari orang tua kita. Ketika masa itu tiba kita dituntut untuk bisa hidup mandiri dan bisa survive menghadapi kehidupan ini tanpa campur tangan orangtua kita.

Nge-Kost dan menjadi anak kost sejatinya merupakan salah satu langkah awal kita untuk menuju masa di mana kita harus bisa bertahan hidup dan survive menghadapi kehidupan yang cukup keras. Mengapa nge-Kost? karena dengan menjadi anak kostlah kita akan mengalami dan merasakan prototype atau sedikit gambaran kondisi masa dimana kita dituntut bisa manghadapi dunia ini sendirian. Bagaimana tidak, seorang anak kost harus bisa memanage dirinya sendiri bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Mandi, Makan, Kuliah, bekerja, memanage waktu semuanya ada pada diri kita sendiri. Tidak ada lagi orang tua yang mengingatkan kita untuk makan, mandi, kuliah bangun pagi dan lain-lain.

Nge-kost menempa kita dan mengharuskan kita untuk menjadi seseorang yang mandiri. Melakukan dan menghadapi sesuatu sendirian, semua dilakukan sendirian. Mulai dari urusan bersih-bersih kamar kost, nyuci baju menyiapkan makan, bangun pagi sendiri bagi mereka yang susah bangun pagi, dll. Kita di tuntut untuk bisa mandiri dan melayani diri kita sendiri. Lha kalau bukan kita sendiri terus siapa? teman kost kita? ndak mungkin kan. :))

Dari situasi di mana kita harus bisa mandiri akhirnya kita bisa bertanggungjawab atas diri kita sendiri. Kita nge-Kost jauh dari orang tua semuanya kita sendiri yang mengatur dan mempertanggungjawabkannya kepada diri kita sendiri, orangtua dan juga Tuhan YME. Orangtua di rumah tidak bisa sepenuhnya mengontrol dan memantau kegiatan kita di tempat kita nge-kost, semuanya kita lakukan sendiri. Jika di rumah makan kita tinggal mengambil di meja makan, saat nge-Kost kita harus memasaknya sendiri atau harus jalan kaki keluar untuk membeli makan di warung. Bagi mereka yang nge-kost kemudian uang saku hanya di jatah per bulan atau bahkan harus mencari sendiri uang saku, maka management keuangan pun harus kita sendiri. Membeli apa yang perlu dan menjadi kebutuhan kita serta mengeseampingkan apa yang tidak perlu dibeli, jangan sampai kita seenaknya saja mengeluarkan uang kemudian belum waktunya kita sudah kehabisan uang. Apabila ini terjadi bisa saja kita minta kepada jatah uang kepada orangtua, namun apakah kita tidak berfikir bahwa itu adalah akibat perbuatan kita yang tidak bertanggungjawab karena sudah menghabiskan jatah yang cukup 1 bulan itu, kenapa orangtua kita juga harus ikut bertanggungjawab??

Untuk mereka yang hendak nge-kost, jangan takut karena membaca postingan ini. Nge-Kost dan menjadi anak kost itu enak kok, kita bebas melakukan apa saja, hanya saja seperti yang saya jelaskan di atas, bahwa meskipun kita bebas kita harus tetap bertanggung jawab. Selain itu percayalah, dengan nge-kost kita akan banyak mendapatkan pengalaman baru yang mana pengalaman-pengalaman itu nantinya akan sangat berguna untuk masa depan kita. Dengan menjadi anak Kost mental kita akan di tempa, proses pendewasaan diri akan tercapai di sini yang mana semuanya itu sekali lagi akan berguna bagi kita untuk menghadapi masa depan kita. Jika bukan dari sekarang kita berlatih terus kapan?? Menunggu ketika penyesalan datangkah?

Posting menarik lainnya

4 Comments

  1. aku belum pernah ngekos kang..
    tapi bisa merasakan suka duka anak kos karena sering berkumpul sama temen2 luar daerah yang ngekos di jogja demi menyambut masa depannya..

  2. Ng-kost itu seru…apa lagi kalau pas akhir bulan,pasti pada puasa soalnya udah pada bokek,hehehehe
    anak kost yg perokok biasanya susah untuk mengatur keuangannya…ng-kost juga banyak goda’an bagi mereka yg punya cewek/cowok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *