Menyoal UPS 6 Milyar Rupiah

Belakangan ini media-media mainstream di Negeri ini ramai memberitakan ketengangan yang menyeruat antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama yang akrap disapa Ahok dengan DPDRD DKI Jakarta. Ketegangan tersebut terjadi lantaran Ahok tidak menyetujui rancangan APBD 2015 Jakarta karena terdapat pos-pos anggaran yang tidak masuk akal. Salah satunya adalah pos pengadaan UPS untuk sekolah-sekolah di Jakarta.

Bukan tanpa alasan kenapa orang nomor satu DKI Jakarta menolak rancangan APBD 2015 yang disusun DPRD, pasalnya tertulis 5 koma sekian hampir 6 milyar rupiah untuk pengadaan sebuah UPS di sekolah. Jelas ada “permainan” dibalik pengadaan UPS untuk sekolah tersebut.

UPS 6 Milyar? Seperti apa itu?

Dua pertanyaan itulah yang muncul sesaat setelah saya membaca kabar ini. Sependek pengetahuan saya, harga sebuah UPS paling bagus untuk data center pun tak semahal itu (CMIIW). Kalaupun ada, apakah sebuah sekolah membutuhkan UPS sebesar UPS yang dibutuhkan oleh sebuah Data Center? Semakin banyak pertanyaan di dalam otak ini semakin membuat anggaran sebesar 6 Milyar untuk UPS di satu sekolah semakin tidak masuk akal. Dan semakin ke sini, saya dapat informasi jika UPS dalam pengadaan tersebut bermerek Cina.

Lah dalah ndilalah, pas lagi asyik-asyik senyam-senyum memikirkan UPS 6 Milyar, eh didaulat sama Mas Donny untuk menggantikan beliau ngomong dengan wartawan MetroTV soal polemik pengadaan UPS ini. Eits.. menyoalnya bukan dari sudut panda politik, tapi dari sudut pandang teknis praktis. Ya iyalah, saya tidak paham apa itu politik dan tidak ingin membicarakannya. Hehehe…

Dan itulah kenapa dari kemarin – Senin, 2 Januari 2015 – banyak yang mention saya di FB dan Twitter melihat wajah pas-pasan saya mecungul di MetroTV.

Sedikit saya akan berbagi soal UPS seperti yang saya omongkan dengan mbak-mbak wartawan MetroTV yang saya jumpai kemarin siang.

Oke.. Apa sih UPS yang lagi hot diramaikan itu?
UPS adalah kependekan dari Uninterruptibe Power Supply, sebuah alat kelistrikan yang berfungsi menyediakan suplai daya saat dalam keadaan darurat ketika daya dari sumber utama terputus atau mati. Sederhananya, UPS adalah baterai.

Apakah sekolah perlu UPS?
Jawabnya, jika sekolah memiliki peralatan elektronik yang mendukung aktivitas dan mungkin juga server untuk sistem informasi sekolah, maka sekolah perlu memiliki UPS agar aktifitas tetap bejalan meskipun terjadi pemadaman listrik. Hanya saja, tidak semua membutuhkan UPS, karena beberapa sekolah justru butuh banyak dana untuk pengadaan perangkat komputer atau untuk keperluan lainnya.

IMHO, justru lebih baik dana segitu digunakan untuk keperluan lain yang sesuai dengan kebutuhan sekolah saja.

Berapa toh harga UPS?
Harga UPS di pasaran bergantung dari kapasitas penyimpanan dayanya. UPS dengan kapasitas paling kecil untuk kebutuhan personal dipasarkan dengan harga mulai dari 300 ribuan hingga 2 juta rupiah. Sedangkan untuk UPS dengan kapasitas lebih besar untuk skala enterprise, harganya mulai 5 juta hingga ratusan juta rupiah saja. Sependek pengetahuan saya, tak ada harga UPS yang mencapai milyaran rupiah.

Kalau misal saya dikasih dana 6 Milyar, dana tersebut bisa saya belikan 20 lebih UPS kelas enterprise yang paling bagus dengan kisaran harga 300 juta rupiah. Atau dibangunkan rumah UPS dengan kapasitas yang mampu menyokong daya untuk rumah di satu RW atau lebih.

Kira-kira seperti itulah sedikit pandangan saya mengenai UPS 6 Milyar. Kalau menurut teman-teman semua bagaimana?

Posting menarik lainnya

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *