Memilih Pajak ataukah Film Horor Nuansa Porno?

Hari ini (20/2) semenjak pagi tadi ketika saya mulai mengamati timeline beberapa layanan Sosial Media yang ada, ramai bertebaran beberapa informasi bahwa pemerintah berencana “sementara” akan menghentikan impor film dari luar untuk ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Permasalahannya adalah adanya peninjauan pajak bea masuk yang disebut sebagai pemicu Hollywood menarik diri. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana nasib bioskop-bioskop di Indonesia dan juga para penikmat film di Indonesia khususnya penikmat film Hollywood?

Stop Film Hollywood

Bisa dipastikan akan muncul kekecewaan dari para penikmat film di Indonesia dan juga mengurangi pendapatan bagi pengelola Bioskop-bioskop di Indonesia. Hal ini sangatlah mungkin terjadi ketika produsen film hollywood akan benar-benar menarik diri dari Indonesia, yang mana seperti kita semua ketahui bahwasannya ramainya penonton di bioskop tidak bisa terlepas dari peran film asing, semisal Hollywood atau film Mandarin.

Menyikapi hal ini, saya tidak semata-mata menyalahkan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah perihal pajak bea masuk film-film dari luar itu ke bioskop di Indonesia. Pajak mutlak dibutuhkan oleh sebuah Negara sebagai pemasukan untuk Negara tersebut dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan bangsa. Meskipun faktanya tak jarang ada beberapa oknum di Negara ini yang masih tega menggunakan pajak untuk membesarkan perut pribadi atau golongannya. Apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk meninjau pajak bea masuk film-film luar itu juga dapat menekan peredaran film-film luar di Indonesia sehingga memberikan kesempatan Film-film produksi dalam Negeri untuk bersaing memperebutkan penonton di Bioskop-bioskop Indonesia.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana film-film Indonesia dapat bersaing dengan film-film dari luar negeri, seperti film produksi Hollywood atau film Mandarin jika ternyata Film-film produksi dalam negeri hanya berisi cerita horor yang dibalut dengan nuansa pornografi yang terang-terangan?? Selain itu content yang disuguhkan dalam Film-film Indonesia yang tayang di bioskop “tidak beda” dengan content sinetron atau FTV yang tayang di televisi. Jika dibiarkan terus seperti ini, bisa dipastikan kepercayaan dari penikmat film di Indonesia terhadap kualitas Film produksi dalam Negeri sangatlah rendah. Mereka justru berbondong-bondong memilih film dari luar.

Dan fakta baru ketika penikmat film di Indonesia tidak kunjung bisa percaya dan mendapatkan content atau cerita yang berkualitas dari Film-film Indonsia, kemudian Produsen Film dari luar negeri benar-benar menarik diri. Maka masyarakat penikmat film Indonesia akan bepergian ke negara tetangga hanya untuk menonton film Hollywood yang terbaru (bagi yang berduit), dan muncul kecenderungan menonton Film luar dari VCD maupun DVD baik asli maupun bajakan. Dan tidak menutup kemungkinan peredaran VCD dan DVD bajakan akan merebak dan menjamur jika tidak ada jalan keluar yang saling menguntungkan semua pihak.

Menyikapi hal ini, saya yang notabene juga suka dengan film-film dari luar tidak ambil pusing. Selama limpahan Bandwidth masih cukup untuk mengunduh film-film kualitas blueray dari internet, saya tidak akan khawatir ketinggalan cerita film-film terbaru dari luar. Hehe… :hammer

Nah bagaimana dengan teman-teman semua menyikapi hal ini?? :bingung

Posting menarik lainnya

21 Comments

  1. kalo saia menuntut internet cepat ajah 😀 ben iso donlot pilem. *ga nyambung*

    btw, ni memang kebijakan aneh. mbok yao mengoptimalkan sumber pajak yg lain drpd nguprek hal2 yg sudah mapan. :batabig

    1. Wohohoho… Alhamdulillah inet q sudah cukup cepat untuk mendownload Pilm.. wekeke.. B-)

      Lak aku ngarani, itulah indonesia.. hehe :iloveindonesia

    1. Tenang saja bos.. kalau sampeyan sering update blognya dengan dapatkan infonya dari luar, insyaAllah bakal ramai. kan ndak bisa nonton pasti nyari referensinya aja.. Tul gak?? :malu

  2. Gpp di gak di terusin… dunia sekrang sudah jadi 2 kan..klo gak bisa lihat di dunia nyata kan bisa dari dunia maya, download aja film2 luar… hehehe

    Nah klo misal nanti di tutup. Yang paling seneng penjual film dvd kepingan.. entah itu yang orsinil. Atau bahkan yang bajakan.. pembajakan bisa makin marak dong ya :sorry

  3. tidak semua film Indonesia itu film horor porno, banyak film Indonesia berkualitas tak mampu masuk ke bioskop karena dana yg dibutuhkan besar.

  4. negara kita emang unik…..wkwkwkwkwkwkwkwkwk

    rakyat harus disuguhi film2 horor yg sexi2 gt trs ae hahahahahaha….. edannnnn

    salam persahabatan selalu dr MENONE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *