Tak Lekang oleh Waktu, Kota Tua Jakarta Menyuguhkan Kuliner Betawi Tempo Dulu

bir-pletok

Bagi warga Jakarta, mungkin wisata Kota Tua sudah menjadi salah satu tempat liburan yang membosankan. Berbeda halnya dengan para pelancong yang datang dari luar daerah – seperti saya, bahkan dari luar negeri. Bagi mereka, Kota Tua memiliki pesonanya tersendiri hingga mereka tak bisa berpaling untuk melewatkan Kota Tua di daftar tempat yang harus dikunjungi saat bertandang ke Jakarta atau sejenak tinggal di Jakarta seperti yang saya alami beberapa waktu yang lalu. Terletak di kawasan yang cukup strategis, Kota Tua berada tak jauh dari Stasin Besar Kota.

Masih ingat tulisan saya beberapa waktu lalu tentang Kota Tua Jakarta? Nah ini adalah postingan kedua tentang Kota Tua Jakarta yang sekaligus menjawab beberapa pertanyaan dari teman maupun komentar di postingan tersebut yang menanyakan ada penginapan apa sih di Kota Tua Jakarta? Terus kuliner apa saja yang ada di sana?

Bagi Sampeyan yang masih ingin berlama-lama singgah atau sejenak ingin menginap di luar kos atau tempat tinggal dan mencari penginapan dekat Kota Tua Jakara, ada beragam hotel dengan fasilitas menarik yang letaknya tak jauh dari Kota Tua. Salah satunya Novotel Mangga Dua yang terletak di Jalan Gunung Sahari Raya No. 1, Jakarta Utara. Hotel ini hanya berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Kota Tua. Jika Sampeyan tertarik, silahkan booking Novotel Mangga Dua di Traveloka dan dapatkan harga jujur dan penawaran terbaik dari salah satu aplikasi traveling yang cukup populer ini di Indonesia.

Selama berada di Kota Tua, tentunya beragam bangunan bersejarah menjadi daya tarik utama bagi para pelancong. Namun yang tak boleh dilewatkan selain wisata sejarahnya adalah aneka kuliner khas Kota Jakarta, khususnya makanan khas suku betawi. Berikut beberapa jenis kuliner betawi di Kota Tua yang cukup menggiurkan dan patut Sampeyan coba.

1. KERAK TELOR

kerak-telor
Sumber: kulinerkus.blogspot.co.id

Makanan berbahan dasar telur dan ketan putih ini sudah terkenal sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda. Menurut sebagian orang, keberadaan Kerak Telor kini sudah jarang ditemui di wilayah sekitar Jakarta, kecuali ada acara besar seperti Pekan Raya Jakarta. Namun, hal ini tak berlaku bagi pedagang kaki lima yang berjualan di area Kota Tua. Di sini, Sampeyan akan menemukan banyak sekali pedagang Kerak Telor yang rasa sedap dan gurihnya cukup menggugah selera.

2. ES SELENDANG MAYANG

es-selendang-mayang
Sumber: lifestyle.okezone.com

Kudapan ini sangat cocok disantap di tengah teriknya matahari. Namun, semakin hari keberadaan kuliner ini semakin langka. Sama halnya dengan kerak telor, saat ini Es Selendang Mayang hanya bisa ditemui pada acara-acara tertentu, salah satunya pada hajatan masyarakat betawi yang biasanya mewajibkan adanya kudapan ini. Makanan yang berbahan dasar dari tepung beras, sagu aren, dan disiram kuah santan nan manis ini cukup mudah ditemukan di area Kota Tua.

3. BIR PLETOK

bir-pletok
Sumber: halloapakabar.com

Jangan kira Bir Pletok ini seperti bir pada umumnya yang bisa memabukkan siapa pun yang meminumnyan ya. Salah satu minuman khas betawi yang satu ini terbuat dari racikan berbagai macam rempah-rempah seperti jahe, serai, kayu secang, serta pandan. Rasa yang dihasilkan Bir Pletok saat di minum adalah hangat di tubuh. Minuman ini sangat cocok disantap pada saat udara dingin dan berkhasiat bagi kesehatan, salah satunya memperlancar peredaran darah.

4. SAYUR BABANCI

sayur-babanci
Sumber: food.detik.com

Makanan yang satu ini mungkin kurang populer di kalangan masyarakat zaman sekarang. Namun Sayur Babanci merupakan salah satu makanan khas Betawi yang keberadaannya juga ikut terkikis waktu. Sekilas makanan ini terlihat seperti gulai, tapi sebenarnya bukan gulai. Mau dibilang soto juga tentu bukan. Jadi sebenarnya ini makanan apa? Hehe. Makanan ini sering ditemukan pada acara tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha, serta hajatan.

Konon, asal muasal dinamakan Babanci dikarenakan dahulu kala yang memasak makanan ini ialah etnis Tionghoa, yakni Babah dan Enci, maka dinamakan Babanci. Versi lain mengatakan, bahwa dalam makanan ini sama sekali tidak ditemukan sayur seperti namanya, melainkan daging sapi maupun daging kelapa muda yang diolah menggunakan 21 jenis rempah, jadi dengan ketidakjelasannya ini dinamakanlah Babanci.

5. ES POTONG

Es Potong
Sumber: dapurshofie.com

Jajanan yang biasanya Sampeyan temukan semasa sekolah, tentu rasanya sangat dirindukan. Nah, untuk mengurangi rasa rindu itu, Sampeyan bisa menikmati kesegaran Es Potong yang dijajakan di Kota Tua, Jakarta. Dengan cara pengolahan dan metode pendinginan yang masih tradisional, membuat rasa alami Es Potong tak lekang oleh masa.

Meskipun rasa original alias kacang hijau yang menjadi favorit bagi sebagian orang, tak menyurutkan pedagang untuk tetap berinovasi dengan menghadirkan beragam varian rasa Es Potong untuk memanjakan lidah Sampeyan. Adapun rasa lain selain kacang hijau adalah ketan hitam, cokelat, alpukat, nangka, dan sebagainya.

Posting menarik lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *