Menyoal UPS 6 Milyar Rupiah

Belakangan ini media-media mainstream di Negeri ini ramai memberitakan ketengangan yang menyeruat antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama yang akrap disapa Ahok dengan DPDRD DKI Jakarta. Ketegangan tersebut terjadi lantaran Ahok tidak menyetujui rancangan APBD 2015 Jakarta karena terdapat pos-pos anggaran yang tidak masuk akal. Salah satunya adalah pos pengadaan UPS untuk sekolah-sekolah di Jakarta.

Bukan tanpa alasan kenapa orang nomor satu DKI Jakarta menolak rancangan APBD 2015 yang disusun DPRD, pasalnya tertulis 5 koma sekian hampir 6 milyar rupiah untuk pengadaan sebuah UPS di sekolah. Jelas ada “permainan” dibalik pengadaan UPS untuk sekolah tersebut.

UPS 6 Milyar? Seperti apa itu? Lanjut Membaca…

Penawaran Asuransi, Kenapa Harus “Memaksa”?

sales asuransi

Beberapa hari belakangan ini saya sedikit dibuat jengkel dengan telepon dari salah satu perusahaan asuransi. Bayangkan saja, setiap pagi mereka telepon ke Saya untuk menawarkan paket asuransi. Ya, walaupun Saya orangnya tidak begitu sibuk dan dikejar-kejar waktu, Saya merasa telepon dari sales Asuransi tersebut cukup mengganggu karena apa yang mereka lakukan kesannya memaksa banget supaya Saya apply paket asuransi yang mereka tawarkan. Karena “Memaksa” tersebut Saya bukan jadi tertarik, malah jadi empet dan dari pada empet itu saya pendam sendiri mending saya bagikan di postingan ini. Siapa tahu bermanfaat. Kalau tidak ya tidak apa-apa. :) Lanjut Membaca…

Harga yang Cukup Mahal untuk BBM dan Messengers Saja

blackberry-internet-service-Sudah sekitar 4 tahunan saya menjadi pengguna Blackberry dan berlangganan Blackberry Internet Service (BIS) untuk mendukung aktifitas sehari-hari saya. Namun beberapa waktu terakhir, saya cukup dibuat mikir dengan tarif langganan layanan BIS untuk smartphone Blackberry yang saya gunakan. Saya berfikir bahwa semakin lama, tarif berlanggananya BIS semakin tidak masuk akal.

Lanjut Baca…

Benarkah “Wanita” menjadi ketakutan Web Programer dan Web Designer?!

Kemarin sore(01/07) kebetulan saya menemukan sebuah Infografis yang mengupas data tentang Web Programers dan Web Design. Dari Infografis tersebut ada satu point yang membuat saya sangat tertarik hingga mempostingnya di blog saya ini. Point dari Infografis yang menarik saya adalah “What Web Designer and Web Programers are afraid,” kalo dalam bahasa Indonesia artinya, apa yang menjadi ketakutan Web Designer dan Web Programers. Emang ada apa?! ada satu ketakutan yang membuat saya merasa mak jleb dan harus membahasnya di twitter sore ini. Ketakutan tersebut bukanlah ketakutan pada  kode program, error, client, atau mungkin fee, melainkan “Women”, WANITA.

Lanjut Membaca…

Pilih Vote Komodo atau Selamatkan Kebun Binatang Surabaya | #saveKBS

Ramai riuh akhir-akhir ini saya jumpai di media mainstream hingga social media tentang sebuah kampanye untuk mendukung Komodo menjadi pemenang di ajang New 7 Wonders. Mulai dari yang sangat semangat untuk mendukung Komodo menjadi juara New 7 Wonders, hingga ramai kontroversi yang menanyakan keabsahan, legalitas, dan kebenaran lembaga penyelenggara New 7 Wonders yang katanya dari Swiss tersebut.

Jujur, melihat riuh ramai New 7 Wonders ini hanya mebuat saya tersenyum. Bagaimana tidak, beberapa waktu yang lalu BBM saya yang setiap hari sepi notifikasi mendadak ramai notifikasi Broadcast Message (BM) dari teman-teman yang ada dikontak untuk ikutan SMS yang katanya hanya dikenakan tarif Rp. 1,- per sms untuk Vote Komodo. Lucunya lagi, ada beberapa teman yang awalnya getol banget BM mengajak vote Komodo di New 7 Wonders berubah pikiran 180o menyebarkan BM bahwa New 7 Wonders itu gak jelas, scam, dll. Bingung kan? Kalo saya, stay cool saja. Dan saya tergolong manusia pelit, walau hanya dikenakan tarif Rp.1,- saya enggan untuk ikutan sms kayak gituan. Update terakhir sih, Komodo masuk sebagai nominasi di New 7 Wonders. Sekali lagi masih menjadi nominasi bukan juara.

Jauh dari hiruk pikuk, ramai riuh kontroversi dukungan untuk Komodo masuk New 7 Wonders, ada sebuah fakta yang tidak diketahui banyak orang bahkan pemerintah yang pro dengan Vote Komodo for New 7 Wonders, bahwa ada beberapa Komodo yang tidak dijaga dan dirawat dengan baik dan mati. Yang lebih miris lagi, Komodo yang mati tersebut berada di sebuah Kebun Binatang yang menurut hemat saya sebagai manusia biasa hewan-hewan yang ada dikebun binatang akan dirawat dan diperhatikan dengan baik karen mereka berada dalam kandang yang membatasi mereka untuk mencari makan layaknya di alam liar.

Skuter01

Salah satu bentuk Demo #SaveKBS

Tempat di mana beberapa komodo mati tersebut adalah di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Selain Komodo sebenarnya ada beberapa binatang lain yang bernasib sama dengan Komodo, seperti ular phyton, rusa bawean yang tergolong binatang langka dan dilindungi, dan beberapa binatang lain. KBS sendiri akhir-akhir ini juga dikabarkan tengah menghadapi sebuah masalah yang pelik, dengar-dengar masalah keuangan dan masalah manajemen.

Melihat 2 fakta di atas yaitu semangat untuk memilih Komodo masuk ke New 7 Wonders dan masalah riil yang dihadapi komodo dan hewan-hewan dilindungi di KBS tersebut miris memikirkannya. Di satu sisi ada beberapa kelompok semangat banget untuk menjadikan komodo “object eksploitasi” dengan memasukkannya ke New 7 WOnders, sisi lain ada komodo yang dibiarkan mati begitu saja di sebuah Kebun binatang. Ibaratnya hanya memanfaatkan momen namun tidak pernah becus memperhatikan dan merawat objek untuk momen tersebut.

Saya perkirakan ada 10 juta sms masuk untuk vote komodo (CMIIW) yang per smsnya dikenakan tarif Rp 1,-. Artinya telah terkumpul sekitar Rp 10.000.000,- uang. Coba uang yang terkumpul ini lebih digunakan untuk menyelamatkan nasib komodo atau hewan lain yang ada di Kebun Binatang, taman nasional, atau apalah. Saya yakin pasti lebih bermanfaat dibandingkan hanya untuk sekedar vote yang uang hasil vote tersebut tidak jelas dikemanakan!

Ini uneg-uneg saya tentang Vote Komodo dan Selamatkan KBS, bagaimana pendapat teman-teman perihal Pilih Vote Komodo atau Selamatkan Kebun Binatang Surabaya?

Img Credit : Detik Surabaya Foto