Blog dan Keberagaman Social Media

Keberadaan Blog di tengah semakin beragamnya layanan social media di ranah dunia maya saat ini sepertinya sedikit banyak mulai meredup tertutup oleh gemerlap dan beragamnya fitur yang disediakan oleh layanan Social Media baru. Sebut saja layanan Social Media kaya fitur seperti facebook, saya tahu dan mungkin rekan-rekan semua ketahui pula bahwa hampir seluruh masyarakat kita menggunakan facebook. Ada salah satu teman pernah memberitahu saya bahwa ternyata facebook tidak hanya digunakan oleh mahasiswa, pegawai, siswa sekolah, atau orang yang mengerti internet dan komputer saja, bahkan seorang tukang becak dan pemulung pun kini punya facebook. Believe It Or Not?? Lantas bagaimana dengan Blog??

Sedikit informasi (FYI), Blog juga merupakan salah satu bentuk layanan Social Media layaknya Facebook, Twitter, Plurk, Koprol, dll. Bisa dibilang Blog muncul jauh lebi dulu dibandingkan dengan layanan social media yang marak kita kenal saat ini. Namun kenapa Layanan Social Media satu itu bisa dibilang kalah populer dengan layanan Social Media yang lain?? Apakah Blog terlalu rumit?? Apakah nge-Blog itu susah?? Ataukah Blog itu tidak sekeren facebook yang kaya fitur??

Saya tidak akan mempersoalkan kenapa Blog bisa dibilang kalah trend dengan layanan social media yang lain karena saya merasa bahwa hal tersebut berhubungan dengan hak pribadi masing-masing untuk menggunakan Layanan Social Media yang ada di Internet. Namun saya akan coba sedikit memaparkan sedikit pengalaman saya dan beberapa masukan dari teman yang lebih senior menyoal keberadaan Blog ditengah beragamnya layanan Social Media yang ada.

***

Blog, sejatinya bisa diibaratkan sebagai sebuah rumah, rumah kita di ranah internet yang mana di dalamnya orang lain dapat menemukan informasi tentang kita, siapa kita, dan seperti apa kita melalui apa yang kita tulis di blog. Yang namanya rumah terlebih rumah pribadi, kita dapat melakukan segala sesuatunya bebas terserah kita. Begitu juga dengan Blog kita, kita bisa mengkondisikan dan mengkostumisasi blog kita sesuai dengan keinginan dan tujuan kita membuat blog. Kita bebas memposting Informasi mulai informasi ringan seperti curahan hati, pengalaman hidup, laporan perjalanan, dll hingga informasi yang memiliki nilai guna kepada masyarakat luas. Kita bebas mengekspresikan diri melalui tulisan di blog tanpa perlu takut apakah tulisan kita baik atau jelek sekalipun. Bebas di sini dalam artian masih dalam konteks kewajaran yang berlaku di masyarakat kita.

Seperti yang telah saya sebutkan di atas bahwasannya dengan Blog orang lain dapat mengetahui siapa kita dan seperti apa kita. Hal ini cukup beralasan dan sudah banyak kawan Blogger yang membuktikan, bahwa setiap pengunjung yang datang membuka blog kita kemudian membaca beberapa postingan di Blog kita akan tahu seperti apa pemilik blog itu dari tulisan yang ada. Sebagai contoh, jika di dalam blognya banyak menyoal tentang trend technology atau gadget terbaru bisa dipastikan si penulis blog addict terhadap technologi, begitu juga jika di blog yang penuh dengan ulasan tempat wisata dan makanan maka bisa dipastikan bahwa pemilik blog tersebut suka traveling atau minimal suka makan atau kuliner. Nah dari sinilah muncul sebuah fungsi baru bahwa Blog pun bisa digunakan sebagai media alternatif untuk pencitraan diri.

Lantas adakah feedback besar untuk kita misalkan financial dari Blog?? Jawabnya ada! Mungkin rekan-rekan pernah mendengar yang namanya Monetize Blog, dapat duit dari blog dll. Ya, itu lah salah satu feedback yang bisa kita peroleh dari nge-Blog. Apakah hanya monetize saja?? Tidak, banyak penulis buku yang mana bukunya muncul dari Blog yang penulis punya. Sebut saja Raditya Dika, seorang penulis muda multi talent yang novel karyanya diangkat dari tulisan-tulisan di Blog-nya. Yang perlu saya tekankan di sini bahwa feedback-feedback besar tersebut tidak instant langsung kita dapat, semuanya berproses dan membutuhkan komitmen di dalamnya.

Lalu jika fakta blog seperti di atas, kenapa Blog masih kalah dengan layanan Social Media yang lain?? Jawabnya bukan kalah, tetapi saat ini banyak dari para pengguna Social Media belum banyak yang tahu fakta yang sedikit saya jabarkan di atas. Mereka masih terhipnotis dengan aneka fitur menarik yang ditawarkan oleh Layanan Social Media yang ada tersebut. Sebagai seorang Blogger saya juga pernah mengalami sebuah fase di mana saya benar-benar dipalingkan dari Blog oleh salah satu layanan Social Media tersebut. Blog ini terbengkalai beberapa bulan tak ada tulisan baru, hingga akhirnya salah seorang Blogger senior menegur dan mengingatkan saya akan pentingnya keberadaan Blog saya di atas layanan social media yang ada.

Mulai dari situ saya sadar bahwasannya Blog yang saya miliki adalah rumah saya di ranah Blogosphere dan Ranah Internet. Rumah yang teman-teman Blogger lain dapat berkunjung dan bertegur sapa melalui layanan komentar dan sebagai rumah tempat saya untuk berlatih menuangkan pemikiran yang ada kedalam sebuah tulisan sehingga apa yang ada dalam pemikiran ini tidak hanya berhenti dan mengendap di dalam pikiran saja dan pada akhirnya tulisan-tulisan dari ide-ide di dalam pikiran ini memiliki nilai guna kepada khalayak umum.

Lantas apakah saya tidak menggunakan layanan Social Media yang lain dan memilih Blog saja?? Jawabnya tidak, saya tetap eksis di layana Social Media dengan sejuta fitur tersebut, hanya saja sekarang saya mulai membuka cakrawala pemikiran yang lebih luas dan tercerahkan bahwa Blog saya adalah rumah saya sendiri, yang saya kelola sendiri dan semuanya bergantung pada saya, terlepas apakah blog itu numpang gratisan ke provider penyedia layanan blog atau self hosting Blog. Blog tetap rumah utama saya di dunia maya sedangkan Layanan Social Media yang lain hanyalah sebagai Corong-corong yang kita arahkan ke Blog kita untuk menarik pengunjung datang kerumah maya kita. Seperti itu, jadi nge-blog tetap jalan, bersosial media pun tetep eksis.

Thanks to Mas Budi Putra and Mas Enda Nasution

Posting menarik lainnya

6 Comments

  1. kenapa yang ngeblog ga sebanyak orang yg memiliki FB atau twitter? karena ga semua orang bisa dan mau menulis dengan panjang, mengulas satu bahasan tertentu (seperti postingan ini) sebagian besar hanya mau menulis pendek2 yg kemudian kita kenal dengan nama “status” hihh..
    walo sering ditinggal, blog tetap menjadi identitas utama saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *