Berbicara Kematian

MATI, semua orang yang hidup pasti akan merasakan KEMATIAN. Mau tidak mau, siap tidak siap kita semua akan merasakan yang namanya KEMATIAN. Hal ini wajib diyakini oleh semua orang dan perihal kematian ini banyak tertulis serta dibahas di kitab suci semua Agama di dunia ini. Mati itu Haq dan merupakan Sunnatullah yang berlaku pada setiap makhluk yang bernyawa seperti kita ini. Namun apakah pernah kita sedikit saja merenung, berpikir, dan berdiskusi dengan orang lain tentang Kematian?

Banyak diantara kita terkadang lupa bahwa kita semua akan dihadapkan dengan yang namanya KEMATIAN. Atau bahkan kalau kita tiba-tiba teringat akan Mati, seketika itu juga kita pasti akan mengalihkan pikiran kita ke hal yang lain yang cenderung hal-hal sebagai pengalih pemikian akan kematian itu bersifat kesenangan duniawi. Nah, kalo hanya sebatas pemikiran saja kita sering mengalihkannya, apalagi KEMATIAN dijadikan sebuah topik sebuah pembicaraan. Saya yakin seyakin-yakinnya, sangat jarang sekali ada pembicaraan yang bertopikkan KEMATIAN. Kebanyakan dari kita selalu bilang “Halah, ndak usah ngomong mati dulu. Itu Urusan nanti. Kita masih, muda nanti saja saat sudah tua”. Jika kita pernah berucap seperti itu, hendaknya kita segera sadar, bahwasannya mati itu besifat Ghaib, yang artinya kita tidak tahu kapan datangnya kematian. Datangnya kematian bisa kapan saja, tidak peduli kita masih muda, bayi sekalipun, sudah tua, dalam kondisi sehat atau sakit sekalipun. Kematian pasti menjemput kita. Dan kita tidak pernah tau kapan Malaikat Maut akan menjemput kita.

Membicarakan kematian tidaklah semerta-merta buruk dan menakutkan. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena Kematian adalah sebuah hal yang sangat BESAR dan Dahsyat yang setiap Orang harus mempersiapkannya. Kematian bisa dianalogikan sebuah kegiatan bepergian yang sangat jauh dan kita tidak akan pernah kembali lagi. Dalam bepergian itu kita membutuhkan bekal dan persiapan yang sangat banyak, hal ini karena kita tidak akan pernah kembali dan kekal di sana, di suatu tempat pemberhentian terakhir dari perjalanan hidup ini.

Pastinya ketika kita berpergian di dunia ini kita pasti menyiapkan segala hal yang ingin kita bawa dan ingin kita lakukan di tempat tujuan kita. Contoh saja, kita ingin berpergian ke Jakarta, kita pasti menyiapkan uang saku, menyaipkan bekal untuk hidup di Jakarta, dan juga mempersiapkan rencana apa saja yang akan kita lakukan setelah sampai di Jakarta. Begitu juga dengan Mati, apakah kita sudah benar-benar mempersiapkannya?? Ingat Kematian itu pasti datang. Sudah cukupkah bekal yang akan kita bawa untuk menghadapi kematian? Tentunya bekal yang kita bawa buka serta-merta dalam bentuk Uang atau kebendaan. Tapi amal perbuatann kita di dunia. Sudah siapkah kita dengan apa yang akan terjadi di alam sana, alam setelah kematian kita? dan sudah siapkah mempertanggungjawabkan apa-apa yang akan ditanyakan pertanggungjawabkan?? Ingat kita tidak akan pernah kembali dan tidak ada satupun saudara, teman, atau orang lain yang akan membantu kita. Semuanya kita pertanggungjawabkan sendirian, yang mana setiap pertanggungan itu akan ada konsekuensinya.

Sangat berbeda jika kita bandingkan dengan bepergian ke Jakarta, kita bisa minta bantuan siapa saja yang ada di sekitar kita ketika ada masalah. Dan bahkan kita bisa pulang ketika kita tidak betah di Jakarta. Tetapi Kematian tidaklah seperti itu, kita berpergian dan akan menetap di sana selamanya. Kekal di sana, tidak akan ada yang kembali pulang bagaimanapun kondisi kita di sana.

Dari sedikit gambaran dalam postingan ini, apakah kita semakin takut berfikir dan membicarakan kematian?? Jika anda semakin takut berarti anda belum juga bisa memaknai semuanya. Yang mana mati itu PASTI dan semua akan MENCICIPINYA. Dengan kita sering berpikir akan datangnya kematian yang kita sendiri tidak pernah tau kapan datangnya dan apa yang kita lakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan dan ada konsekuensinya di kehidupan setelah kita mati, maka kita akan sadar dan bisa melihat ke dalan diri kita. Sudah siapkah kita manghadapi Kematian? Apakah yang selama ini kita lakukan di dunia ini sudah cukup untuk bekal kita berpergian yang tidak akan pernah kembali? Tidak hanya itu saja, semakin sering kita berfikir dan membicarakan akan kematian, kita akan berusaha untuk menjadi umat yang semakin hari semakin baik dan menjauhi hal-hal buruk yang ada di dunia ini.

So masihkah kita takut BERFIKIR dan BERBICARA KEMATIAN?

Inspirasi : Mas Nanang dalam sebuah diskusi di suatu fajar / PACET 21 Maret 2010

Img Src : http://reginaphoenix.files.wordpress.com/2008/11/561.jpg

Posting menarik lainnya

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *