Akhirnya bekerja dengan Linux

Sebenarnya kalau ditanya sejak kapan menggunakan Linux, saya akan menjawab sudah cukup lama, tepatnya sejak pertama kali Hijrah ke Surabaya untuk menimba Ilmu di dunia IT. Pertama kenal linux hanya sebetas mendengar dan membaca Artikel melalui Internet waktu saya masih duduk di Bangku SMA. Benar-benar merasakan dan mengoperasikan linux saat kenal dengan salah satu teman kost yang kebetulan sangat adicted dengan Operating System dengan Logo Pinguin tersebut. Saya inget dengan jelas, saat itu saya melihat linux langsung berstatement Linux susah, tidak praktis dan lain-lain. Namun karena saya punya sifat terpendam yang selalu ingin mencoba hal-hal baru (yang baik tentunya), akhirnya saya mencobanya. Dan percaya tidak percaya saya berkenalan pertama kali dengan Linux langsung menginstal Debian Sarge, kemudian berlanjut ke Debian ETCH.

Susah? Memang. Tidak User friendly? Jelas. Tapi itu semua bukan halangan saya untukk terus belajar dan mencoba mengoperasikan Linux, saya terus semangat dan semangat untuk belajar. Bukankah bisa karena terbiasa? :)) Hal ini terbukti dengan saking semangatnya saya membeli buku UNIX & LINUX karangan Betha Sidiq. Perlahan saya mulai menjelajah Console atau Terminal Debian. Saya mulai mempelajari Command Standard yang ada di System Operasi yang berbasiskan UNIX hingga mempelajari Pemograman dengan menggunakan Script Shell Bash. Dan kata susah, tidak user friendly tergantikan dengan mudah dan kecanduan mengoperasikan Linux, hal ini tentu saja bukan semata karena saya belajar sendiri, tetapi juga karena semangat dan bantuan teman satu kost saya.

Dan lagi-lagi meskipun sudah semangat serta cukup punya dasar mengoperasikan linux, mau tidak mau saya harus berpaling kembali ke System Operasi Jendela (baca Windows). Bukan mau mengkambing hitamkan materi kuliah atau apa, tapi kondisinya emang seperti itu. Semua aplikasi yang mendukung perkuliahan saya mewajibkan saya menggunakan Windows. Tidak ingin menyerah, saya berusaha mencari referensi dari Internet dan teman perihal Software-software yang mendukung perkuliahan saya yang mungkin ada versi linuxnya atau ada aplikasi yang memiliki fungsi sama dengan software tersebut di Linux.

Dan Alhamdulillah kini setelah saya berada di semester terakhir perkuliahan dan mulai bisa menentukan mau dibawa kemana keinginan menggeluti dunia IT ini. Saya mulai menjamah Open Source lagi, yup kembali menggunakan Linux. Dan Distro yang menjadi pilihan saya untuk menemani saya bekerja adalah Ubuntu Lucid Lynx, atau biasa dikenal dengan Ubuntu 10.04. Yup saya Install Ubuntu 10.04 LTS i386 (32-bit). Meskipun saya sudah menggunakan Ubuntu 10.04 untuk membantu mengerjakan pekerjaan saya, saya belum bisa sepenuhnya mengikhlaskan dan meninggalkan Jendela. Ada beberapa hal yang mengharuskan saya menyelesaikannya dengan menggunakan Windows. Namun begitu, perlahan dan pasti saya mulai mengurangi ketergantungan dengan Sistem Operasi Jendela dan mulai menggunakan Sistem Operasi dan Software-software Open Source dan Legal pastinya.

Karena sitem operasi yang saya gunakan kini Open Source, maka saya bisa dan diperbolehkan untuk mengcustomisasi sesuka hati dan sesuai dengan kebutuhan kita. Berbekal kemapuan standar untuk mengoperasikan Linux dan hasil bertanya ke mbah google serta membaca beberapa Artikel di Internet khususnya yang ditulis kang Andy MSE di Blognya, saya mencoba melakukan kostumisasi pada paket standard Ubuntu 10.04. Beberapa hal yang saya lakukan untuk menyesuaikan Ubuntu 10.04 adalah sebagai berikut,

Melengkapi keperluan untuk mendukung hoby saya berselancar di Internet dengan melengkapai Browser yang ada, yaitu yang saya Install Mozilla Fire Fox (standard bawaan Ubuntu 10.04), Google Chrome, Opera dan Safari. Haha, serakah ya?? (lol) . Tidak hanya browser saja, saya juga menambahkan Pidgin (The Best Open Source Messenger) dan Tweetdeck. Hehe.. Bener-bener maniak Internet ya!!

Untuk mendukung pekerjaan saya yang mulai mengarah ke Webmaster, saya menambahkan Image editor GIMP sebagai pengganti Photosop di Windows. Pada versi 10,04 ini GIMP tidak di ikut sertakan dalam paket CD Installer Ubuntu 10.04. Editor PHP, HTML, CSS sepenuhnya saya percayakan pada Bluefish Editor. Urusan Web Server dan Database My Sql, tetaplah LAMPP menjadi andalan. Alhamdulillah kesemuanya berjalan lancar dan telah menghasilkan :)) . Ada sedikit keinginan untuk menginstal NVU, dari Informasi yang saya dapatkan NVU ini merupakan Editor Web yang WYSIWYG Web Editor yang bisa menggantikan adobe Dreamweaver pada Windows (dance) . Tapi masih gagal belum berhasil mengintallnya. hehe (lol)

Urusan pemrograman dan aplikasi desktop, untuk sementara ini hanya saya fokuskan pada aplikasi yang berbasis Java saja. Java Development Kit (JDK) dan Java Runtime Environment (JRE) telah terinstal dengan baik di Lucid Lynx. Untuk keperluan editor java saya pasrah kepada jEdit dengan suntikan Plugins JCompiler untuk keperluan Compile dan Runing Aplikasi berbasis Java. 🙂

Tampilan tidak saya biarkan standard, saya tambahkan Avant Window Navigator atau AWN untuk keperluan kemudahan Navigasi. Karena saya merasa VGA dan Lappy yang saya gunakan cukup mumpuni, saya menambahkan Efek grafis Dari Compiz yang cukup menawan. Tidak itu saja, saya juga menyuntikkan Ubuntu Remix ke Ubuntu Desktop yang saya Install, sehingga saya bisa mendapatkan tampilan yang simpel dari Ubuntu Remix.

Compiz
Compiz Cube Animation View
Compiz Tube Animation View
Ubuntu Remix View
Ubuntu Remix View

Yah, ini lah sekelumit cerita saya yang mulai Go Open Source. Mulai menggunakan Software Legal bukan Crack-crackan lagi. (lol) . Terimakasih sekali lagi saya ucapkan kepada kang Andy MSE atas tulisan-tulisannya di Blog beliau yang berisi seputar Linux yang sangat membantu saya untuk mulai sedikit demi sedikit mengurangi keterhantungan saya pada Windows. Terimakasih kang. Dan akhirnya “I’m Proudly Using Ubuntu 10.04 Lucid Lynx”.

Saya sudah menggunakan Open Source, Kapan giliran anda?

Posting menarik lainnya

12 Comments

  1. busyet… jebul pengalamane sudah cukup panjang…
    blog saya hanya tempat menulis apa yang kebetulan saya lakukan, tidak ada hal yang advanced di sana, soalnya saya hanya pemula.
    kl di surabaya, tokoh tempat belajar yang saya sarankan adalah didiet sitidy. beliau kelasnya sudah nasional, khususnya untuk opensuse…
    *pakai linux nggak hanya bangga, tapi juga tenang. 1)karena legal dan bebas 2)karena aman tidak diributkan oleh virus*

    1. Hehehe.. Pokok e matur suwun lah kang.. tulisan sampeyan di Blog sampeyan n di Solvewithit.. banyak membantu saya dan memotivasi saya untuk belajar dan menggunakan linux.. (worship)

    1. Kalo saya belajar Linux tujuannya bukan hacking mas.. saya ndak tau gitu gituan.. cuma pengen menggunakan Aplikasi dan System Oparasi yang legal dan membuat hati nyaman persis dengan yang di katakan kang Andy MSE di atas.. :))

  2. baru sebatas pengguna ubuntu, dan lagi keranjingan mencoba turunanya, tapi belum mampu melakukan kostumisasi yang “aneh-aneh”

  3. dear,
    saya sudah beli buku ttentang ubuntu dan ada live cd-nya Ubuntu 10.04 Lucid Lynx.
    Setelah saya coba, bagus…., tapi bagaimana ya cara mainkan musik mp3?
    thank

    1. Untuk mainkan musik mp3 di ubuntu, kita harus download paket codex terlebih dahulu.. Jadi pas kita putar mp3 dia akan minta kita u/ download paket codex tsb. Usahakan konek inet!!

  4. Thank, mp3 sudah bisa jalan.
    Sekarang mau install gambas2 tapi belum tahu caranya. Saya sudah download “gambas2-2.23.1.tar.bz2”, kalau di extract isinya banyak.
    Mohon diajari caranya mas dari hasil download yang saya dapat di atas installnya bagaimana ya… bingung aku.
    thank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *